alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Cuaca Ekstrem, Pemprov Jateng Dirikan Posko Bencana Terpadu

Ahmad Antoni, Taufik Budi
Cuaca Ekstrem, Pemprov Jateng Dirikan Posko Bencana Terpadu
Warga Demak berjalan di tengah banjir yang melanda kampungnya, Kamis (9/1/2020). FOTO/DOK.BPBD DEMAK

SEMARANG - Cuaca ekstrem diperkirakan masih melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah. Sebagai langkah antisipasinya, Pemerintah Provinsi Jateng mendirikan Posko Terpadu Siaga Banjir di Wisma Perdamaian guna untuk mengurangi risiko bencana.

Bukan hanya bersifat informatif, posko terpadu tersebut juga akan selalu memperbarui dan validasi data kondisi terkini di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Selanjutnya, untuk menentukan langkah-langkah penanganan yang harus diambil, baik di masing-masing SKPD maupun secara kolektif.

"Posko ini, Pak Mendagri minta untuk ada posko khusus. Sebenarnya back up kalau harian sudah ada di BPBD. Karena mungkin cuaca dua bulan cukup ekstrem dan beberapa hari ke depan dimungkinkan sangat ekstrem, kita diminta lek-lekan (siaga)," ujar Ganjar, Kamis (9/1/2020). (Baca juga: Demak Banjir Setinggi 80 Cm, Ibu-Ibu Mengungsi ke Tanggul)



Dia pun menunjukkan data kondisi cuaca di Jawa Tengah, ada sejumlah daerah yang diprediksi mengalami curah hujan ekstrem, berupa curah hujan mencapai 500 mm. "Kalau kita lihat ini ada yang berwarna hijau pekat. Ini menunjukkan ekstrem curah hujan diprediksi sampai 500 mm," katanya.

Dilanjutkan, posko tersebut bakal mengolah informasi untuk segera ditindaklanjuti. Terutama berkomunikasi dengan kabupaten/kota supaya segera ada antisipasi maupun penanganan.

"Meskipun kita tidak bisa presisi tapi kita dapat mengantisipasi secara optimal. Juga segera bisa halo-halo warning ke kades, camat dan bupati. Sebenarnya (posko) fungsinya mengurangi risiko bencana. Mendeteksi awal, informasi ini kita bisa cepat akan bisa mengantisipasi," katanya.

Pj Sekda Provinsi Jawa Tengah, Herru Setiadhi menjelaskan bahwa posko terpadu tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam sigap tanggap dalam mengantisipasi bencana. "Posko terpadu ini betul-betul kinerja antar-SKPD. Bahkan bukan hanya Pemprov Jateng, tapi juga yang lain seperti Badan Pengelola Transportasi Darat, ini kan dari kementerian," katanya. (Baca juga: Banjir Grobogan Rendam Ribuan Rumah di 8 Kecamatan)

Posko terpadu ini nantinya selain validasi data kondisi cuaca, informasi juga untuk mengambil langkah-langkah yang harus segera dilakukan. "Kalau ada kejadian dengan kesiapsiagaan dapat memberikan solusi, mendorong adanya logistik bantuan kalau memang diperlukan, juga mengapdet data," kata Herru.

Pada prinsipnya, data dan informasi yang ada akan dikomunikasikan dengan pemerintah kabupaten/kota supaya ada penanganan dan antisipasi secara cepat. "Tujuannya memberikan ketenangan, kenyamanan, kepastian bahwa pemerintah itu hadir," katanya.



(amm)