alexametrics
Merapi Muntahkan 5 Kali Guguran Lava Sejauh 500-700 Meter
Merapi Muntahkan 5 Kali Guguran Lava Sejauh 500-700 Meter

Gunung Merapi memuntahkan 5 kali guguran lava sejauh 500-700 meter ke arah hulu Kali Gendol. Hal ini teramati pada periode pengamatan Rabu (17/04/2019) pukul 18.00 WIB sampai dengan Kamis (18/04/2019) pukul 06.00 WIB.

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Sejauh 1,2 Kilometer
Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Sejauh 1,2 Kilometer

Gunung Merapi memuntahkan awan panas hingga sejauh 1,2 kilometer Selasa (16/4/2019) dini hari tadi. Semburan awan panas berlangsung cukup lama yakni 120 detik atau dua menit.

Dini Hari Gunung Merapi Dua Kali Muntahkan Awan Panas
Dini Hari Gunung Merapi Dua Kali Muntahkan Awan Panas

Merapi masih menunjukkan aktivitas khasnya dengan mengeluarkan awan panas guguran. Dini hari tadi Merapi tercatat dua kali mengeluarkan awan panas.

Merapi Dua Kali Muntahkan Awan Panas Sejauh 1 Kilometer
Merapi Dua Kali Muntahkan Awan Panas Sejauh 1 Kilometer

Gunung Merapi pagi ini kembali menunjukkan aktivitas khasnya. Gunung di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini kembali memuntahkan dua kali awan panas guguran.

Dini Hari, Gunung Merapi Empat Kali Keluarkan Lava Pijar
Dini Hari, Gunung Merapi Empat Kali Keluarkan Lava Pijar

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali melaporkan aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah. Dini hari tadi dilaporkan terpantau lava pijar sebanyak empat kali.

2 Kali Guguran Lava Pijar dalam Semalam, Merapi Tetap Berstatus Waspada
2 Kali Guguran Lava Pijar dalam Semalam, Merapi Tetap Berstatus Waspada

Gunung Merapi masih berstatus waspada. Dalam pengamatan 12 jam terakhir, Merapi meluncurkan dua kali guguran lava pijar ke arah hulu Kali Gendol.

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Warga Diminta Waspada
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Warga Diminta Waspada

Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas ke arah Kali Gendol. Warga di lereng Gunung Merapi diminta waspada karena guguran lava dan awan panas berpotensi menimbulkan hujan abu.