alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Menjadi Delegasi CFCS di Jerman, Belva Pamit ke Wali Kota Solo

Ary Wahyu Wibowo
Menjadi Delegasi CFCS di Jerman, Belva Pamit ke Wali Kota Solo
Belva Aulia Putri saat berpamitan kepada Wali Kota Solo sebelum berangkat sebagai delegasi di acara konferensi kota-kota layak anak 2019, Kamis (10/10/2019). FOTO/IST

SOLO - Belva Aulia Putri berpamitan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) sebelum berangkat sebagai delegasi di acara Child Friendly Cities Summit (CFCS) atau konferensi kota-kota layak anak 2019, Kamis (10/10/2019). Pelajar asal SMA Negeri 1 Surakarta ini bakal menjadi salah satu pembicara di forum yang diselenggarakan Pemerintah kota Cologne, Jerman dan didukung oleh UNICEF.

UNICEF Indonesia menominasikan dua delegasi yang mewakili Indonesia dalam event akbar ini. Dua delegasi ini adalah anak dari Solo dan Surabaya yang terpilih melalui mekanisme partisipatif baik yang dilakukan oleh kantor UNICEF lokal ataupun mitra kerja. Untuk Kota Solo, pemilihan anak dilakukan oleh Sahabat Kapas bekerjasama dengan Forum Anak Surakarta dan Dinas PPPAPM serta Bapppeda. “Saya berpesan agar Belva bisa menjaga nama baik bangsa, dan ceritakan praktik baik tentang Pemerintah Kota Surakarta terhadap pemenuhan hak anak dan perlindungan anak,” kata Rudy.

Selanjutnya, Rudy mengalungkan scarft batik kepada Belva sebagai tanda doa restu pada misi menebarkan praktik baik Kota Layak Anak (KLA) Surakarta pada dunia. Perwakilan dari Solo lainnya yang berangkat adalah Sekda Kota Surakarta, Ahyani yang ambil peran penting dalam sesi pembukaan CFCS sebagai delegasi pemerintah kota. Belva sebagai delegasi akan mewakili suara dan membawa pesan dari anak Kota Solo. Selain itu mekanisme UNICEF global, mensyaratkan ada pendamping bagi delegasi anak yang telah mengikuti safeguarding training oleh Unicef.



Peserta anak dan pemuda pada Konferensi Kota Layak Anak 2019 di Jerman bakal mengikuti kegiatan mulai 14-18 Oktober. Berbeda dengan agenda kegiatan untuk umum yang akan dimulai 15 Oktober, sesi anak dan pemuda dalam konferensi ini dimulai secara resmi pada 14 Oktober di Gurzenich. Kemudian dilanjutkan kegiatan di Adventure Hall Kak yang akan mengajak anak untuk beraktivitas bersama, seperti aktivitas olahraga, team building, dan lainnya.

Hari kedua, peserta anak dan pemuda akan berkumpul untuk bertemu dan membahas tentang kolaborasi antar generasi yang aman dan ramah anak, siapa mereka dan mengapa mereka berada di forum tersebut serta belajar mengenai seluk- beluk advokasi. Konferensi Kota Layak Anak akan resmi dibuka oleh walikota Cologne, perwakilan UNICEF, dan ibu negara Jerman. Menyambung kemudian plenary session yang akan diisi diantaranya oleh Child and Youth Advisory Board (Dewan Penasihat Anak dan Pemuda), UNICEF Jerman dan UNICEF PFP, para walikota dari kota-kota layak anak, serta seniman muda dan aktivis anti-bullying.

Belva Aulia Putri Ayu sebagai perwakilan Solo di konferensi akan menjadi salah satu pembicara dalam plenary session pembukaan pada 15 Oktober bersama beberapa anggota Dewan Penasihat Anak dan Pemuda lainnya. “Saya akan berbicara mengenai topik mengapa kota layak anak penting dan berarti bagi Kami?,” ungkap Belva. Dua hari berikutnya, peserta akan berpartisipasi dalam beberapa plenary session dan sesi paralel dimana mereka akan belajar sekaligus menyuarakan pendapat tentang isu-isu penting. Seperti 20 tahun keberjalanan kota layak anak, dan kota yang inklusif, parsitipatoris, dan aman.

Konferensi akan ditutup dengan pemaparan visi-visi ke depan tentang kota layak anak, refleksi 30 tahun Konvensi Hak Anak. Juga usaha dan dukungan apa saja yang bisa dilakukan pemerintah pusat dan walikota di level lokal untuk menciptakan kota dan komunitas yang ramah anak. Kemudian apa saja peran anak dan pemuda untuk berkontribusi mewujudkan tujuan bersama tentang kota yang mereka impikan.



(nun)

loading...