alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Begini Kronologi Siswa Kelas 5 SD di Temanggung Tewas Gantung Diri

INews.id
Begini Kronologi Siswa Kelas 5 SD di Temanggung Tewas Gantung Diri
Tim Dokkes Polres Temanggung membawa jenazah HAN (12) bocah SD yang tewas gantung diri di rumahnya. (Foto: iNews.id/Didik Dono Hartono)

TEMANGGUNG - Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya HAN (12) siswa kelas 5 SD di Kelurahan Butuh dengan cara gantung diri di rumahnya.

Dari olah tempat kejadian perkara, ditemukan tambang buat gantung diri dan sejumlah pakaian yang dikemas taplak yang diduga sebagai alat pijakan korban untuk menggantung.

Kasatreskrim Polres Temanggung AKP M Alfan Armin mengatakan, keterangan dari orang tua korban, Heru Suwartono, pada malam itu korban tidak pulang dari rumah budenya sekitar pukul 07.00 s.d. 08.00 WIB, kemudian keluar.



“Korban pergi ke mana masih didalami karena tanya ke teman-temannya sementara belum ada yang tahu dan informasi dari bapaknya, korban sering main keluar," katanya, Selasa (8/10/2019). (Baca juga: Begini Isi Surat Wasiat Bocah 12 Tahun yang Tewas Gantung Diri )

Sebelum nekat bunuh diri, korban diduga meninggalkan pesan terakhir berupa tulisan tangan di secarik kertas berbunyi:
Yowes nek pancen Bokde ora kenal karo aku tak ngendat alias mati nang buri omah, seko Pinjol (kalau Bude tidak mengenal saya, saya mau bunuh diri dengan cara menggantung di belakang rumah, dari Pinjol).

Menurut Alfan, surat diduga pesan terakhir dari korban tersebut ditemukan di rumah bude korban. Ceritanya pada Senin (7/10/2019) lalu, budenya bangun hendak salat subuh, di bawah pintu mendapatkan kertas diduga pesan korban.

Surat itu kemudian dibawa ke rumah korban, lalu diberikan kepada bapaknya. Selanjutnya, bapak korban mengecek ke rumah bagian belakang ternyata korban sudah menggantung.

Ayah korban berteriak, lalu warga berdatangan, kemudian korban diturunkan dan ditaruh di ruang tamu. Atas kejadian ini warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Temanggung.

Menyinggung informasi yang beredar di media sosial bahwa korban dibunuh, Alfan mengatakan bahwa informasi itu kemungkinan tidak benar. “Masyarakat silakan mengecek ke Polres Temanggung, bisa melalui telepon atau media sosial untuk klarifikasi,” katanya.

Menurut Alfan, penyelidikan kasus itu belum selesai karena masih ada uji labfor untuk sampel tulisan tangan korban, termasuk dari sekolah untuk minta sampel tulisan tangan korban di sekolah.

“Nanti diuji benar atau tidak tulisan tangan yang diduga surat pesan terakhir dari korban tersebut yang ditinggalkan di rumah budenya," kata AKP M Alfan Armin.

Hasil autopsi terhadap korban, kata dia, ditemukannya adanya bekas gantung pada leher korban yang mengakibatkan gangguan pertukaran pernapasan menyebabkan mati lemas. “Berdasarkan hasil autopsi dan visum luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan," katanya.



(nun)

loading...