alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Batik Business Meeting, Temukan Pengusaha Pekalongan-Buyer Luar Negeri

Suryono Sukarno
Batik Business Meeting, Temukan Pengusaha Pekalongan-Buyer Luar Negeri
Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz memberikan cenderamata kepada tamu undangan dalam pembukaan Batik Business Meeting di Kota Pekalongan. FOTO/iNews/SURYONO SUKARNO

PEKALONGAN - Batik Business Meeting menjadi bagian dari rangkaian Pekan Batik 2019 di Kota pekalongan yang digelar untuk mempertemukan 47 pelaku usaha lokal dengan pembeli (buyer) dari luar negeri. Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Pesonna Kota Pekalongan ini dibuka, Sabtu (5/10/2019) oleh Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz didampingi Wakil Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, dan jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Pekalongan.

Acara juga dihadiri Sekretaris Direktorat Jendral Asia Pasific dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Rossy Verona, Sekretaris II Kedutaan Pakistan Jamal Nasir, Duta Besar Fiji Isaac Grace, dan Komisioner Perdagangan Kedutaan Besar Malaysia Har Man Ahmad. Selain itu, Konselor Perdagangan Kedutaan Kamboja Nuon Phanith, dari Mexico Warwick Pursure serta pelaku usaha dari Malaysia Tina Soon.

Saelany Machfudz mengungkapkan, melalui kegiatan ini, Pemkot Pekalongan memfasilitasi para pelaku usaha lokal memperkenalkan produk unggulannya kepada pembeli dari luar negeri. "Ini menjadi langkah awal bagi para pengusaha untuk memanfaatkan peluang, termasuk event yang disampaikan oleh Ibu Rossy Verona. Kami berharap Kota Pekalongan dikenal di kancah internasional dan Batik Pekalongan diidolakan di luar negeri," kata Saelany.



Rossy Verona menilai kegiatan ini sejalan dengan program Kementerian Luar Negeri membangun kemitraan. Selain itu, Kementerian Luar Negeri melakukan diplomasi batik di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kita baru saja memperingati Hari Batik. Kita juga melakukan diplomasi batik di PBB. Di Kementerian Luar Negeri saat ini juga sedang giat-giatnya membangun kemitraan. Acara ini mencerminkan kerja keras perajin batik di Pekalongan untuk memperkenalkan potensi daerah ke luar negeri," kata Rossy.

Dia berharap Batik Business Meeting menghasilkan kerja sama dengan sejumlah pembeli dari luar negeri. "Kami berharap ada kerja sama-kerja sama yang terbangun dari acara ini. Ada kedutaan besar asing di sini, manfaatkan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk unggulan. Hal yang palimng utama adalah sinergitas pengusaha dan pemerintah daerah serta membuat strategi," kata Rossy.

Sementara itu, Kadin Kota Pekalongan Nanggolo Mulyo Waniadji menjelaskan Batik Business Meeting merupakan upaya memepertemukan para buyer dengan seller. "Alhamdulillah pada tahun ini bisa mendatangkan banyak perwakilan negara untuk menyampaikan produk-produk yang bisa masuk ke negara mereka. Semoga akan ada deal-deal yang menghasilkan penjualan batik yang sudah ekspor maupun calon eksportir," kata Nanggolo.

Berbagai produk batik, sarung, handicraft, produk perikanan didisplay untuk ditawarkan kepada calon buyer. Ia berharap akan ada eksportir baru muncul usai kegiatan ini.



(amm)

loading...