alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PatagaTaksi Gandeng Blue Bird Perbaiki Manajemen

suharjono,
PatagaTaksi Gandeng Blue Bird Perbaiki Manajemen
Pengurus koperasi Taksi Pataga menyampaikan kondisi pendapatan taksi yang terus menyusut sehingga menggandeng Blue Bird Taksi untuk memperbaiki manajemen. FOTO/SINDOnews/Suharjono

YOGYAKARTA - Koperasi taksi Paguyuban Taksi Garuda (Pataga) mulai kolaps. Sulitnya mencari penumpang dan gempuran taksi aplikasi online menjadikan koperasi taksi yang berdiri sejak 1990 ini menggandeng Blue Bird untuk menyelamatkan koperasi dan melakukan pembaharuan manajemen.

Ketua Koperasi Taksi Pataga Yogyakarta, Sujarwo Candra mengatakan, koperasi yang dipimpinnya tersebut mulai kolaps sejak awal 2017. Usaha untuk bertahan terus dilakukan namun tidak berdampak. "Kami kalah bersaing dengan taksi online," terangnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dijelaskannya, pihaknya kemudian diundang Organda DIY untuk menerima sosialisasi konsep kemitraan yang ditawarkan Blue Bird. Lantaran perusahaan terus merugi akhirnya rapat anggota menyetujui kerjasama kemitraan dengan Blue Bird. "Karena taksi harus diselamatkan. Dan kami masih memiliki beberapa urusan dengan pihak perbankan. Maka kami minta Blue Bird membantu manajemen," ucapnya.



Saat ini, sebanyak 25 taksi dilakukan rekondisi seusai dengan standar Blue Bird. Selain itu para sopir juga mendapatkan pelatihan selama lima hari untuk bisa memperbaiki pelayanan. "Kami sangat terbantu dengan konsep kemitraan seperti kawan Blue Bird ini. Karena manajemen ditata dengan baik serta perawatan kendaraan," bebernya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Koperasi Taksi Pataga, Hadi Hendro. Pihaknya merasa senang karena dis aat Pataga terpuruk dan sulit membina sumber daya pengemudi ads kerjasama manajemen. "Karena perbaikan kondisi membutuhkan biaya. Kami sudah kesulitan, kerja sama jasa menejemen ini menjadi angin segar, apalagi kearifan lokal diangkat," ungkapnya.

Dari catatannya, sebelum ada badai bagi taksi konvensional setiap bulan, pendapatan Pataga dengan 59 armada adalah Rp450 juta."Saat ini hanya Rp150 juta. Artinya sulit untuk maintenance, "pungkasnya.



(nun)

loading...