alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

2.670 Mahasiswa Nyanyi Lagu Nasional dengan Musik Tradisional

Ahmad Antoni
2.670 Mahasiswa Nyanyi Lagu Nasional dengan Musik Tradisional
Ribuan mahasiswa serentak menyanyikan lagu-lagu wajib nasional dengan iringan virtual musik tradisional di Auditorium UMK, Selasa (17/9/2019). FOTO/SINDOnews/Ahmad Antoni

KUDUS - Luar biasa aksi yang dilakukan ribuan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) dalam menggelorakan semangat nasionalisme. Dalam rangka masa pengenalan akademik mahasiswa baru (Sapamaba) 2019, sebanyak 2.670 mahasiswa secara serentak menyanyikan lagu-lagu wajib nasional dengan iringan virtual musik tradisional. Di antanya lagu Indonesia Pusaka dan Bagimu Negeri.

Mereka memainkan musik ‘angklung’ secara virtual dengan memanfaatkan aplikasi mobile dari ponsel pintarnya di dalam Auditorium kampus UMK, di Jalan Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Selasa (17/9/2019).

Aksi ribuan mahasiswa tersebut terbilang inovatif. Dalam memainkan nada angklung secara virtual, mereka menggunakan lima jenis aplikasi, yakni iAngklung, Kolintang, Serune, Saron, dan Gangsa. Kelimanya merupakan aplikasi musik untuk perangkat Android yang bisa diunduh di google play store



Suasana tampak begitu heroik ketika terdengar suara gemuruh musik yang mengiringi nyanyian lagu-lagu kebangsaan di dalam gedung. Para mahasiswa tampak begitu kompak dan semangat dalam memainkan nada-nada musik angklung secara virtual.Suasana semakin gempita saat mereka menyalakan lampu ponselnya sambil menyanyikan lagu-lagu yang menggungah semangat nasionalisme.

2.670 Mahasiswa Nyanyi Lagu Nasional dengan Musik Tradisional2.670 Mahasiswa Nyanyi Lagu Nasional dengan Musik Tradisional

Aksi mereka pun mendapatkan apresiasi dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) sebagai rekor pengiring lagu wajib nasional dengan virtual musik tradisional oleh peserta mahasiswa terbanyak.

“Kegiatan ini layak diapresiasi sebagai suatu prestasi yang menginspirasi dan spektakuler yang mengajak mahasiswa baru untuk mencintai dan melestarikan budaya alat musik tradisional melalui virtual,” Ketua Umum dan Pendiri Leprid, Paulus Pangka.

“Kegiatan yang dilakukan hari ini mengangkat alat musik tradisional Indonesia. Sehingga kita bisa tahu, merasakan dan memainkan alat musik tradisional yang kita belum pernah sentuh atau tahu sebelumnya,” ujarnya.

Sementara, Rektor UMK, Suparnyo berharap kegiatan ini bisa diikuti oleh kreativitas dan inovasi mahasiswa lainnya. "Ini merupakan bentuk kreativitas mahasiswa. Kami selalu mendukung bentuk kegiatan yang kreatif dan inovatif ini," ungkap Suparnyo.



(nun)

loading...