alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Trauma Ledakan, Warga Minta Polisi Evaluasi Gudang Penyimpan Bom

Taufik Budi
Trauma Ledakan, Warga Minta Polisi Evaluasi Gudang Penyimpan Bom
Kondisi bangunan yang rusak akibat kebakaran dan ledakan di gudang penyimpanan senjata di Mako Brimob Polda Jateng.FOTO/iNews.Tv/Taufik Budi

SEMARANG - Warga di sekitar Mako Satbrimob Polda Jawa Tengah Srondol Kota Semarang masih trauma dengan ledakan bom pada Sabtu 14 September. Gudang penyimpan bahan peledak dengan permukiman warga hanya dipisahkan sungai kecil yang berjarak sekira 10-20 meter.

“Kalau warga ya trauma karena jaraknya kan cuma 20 meter karena belakang rumah itu (hanya dipisah sungai kemudian kompleks Mako Brimob). Jaraknya dekat sekali,” kata Ismiyati, warga RT 6/2 Kelurahan Srondol Wetan, Selasa (17/9/2019).

Mereka juga mengaku selama ini tidak mengetahui sama sekali tentang keberadaan gudang penyimpan bahan peladak dan bom di kompleks Mako Brimob Srondol. Beragam jenis bahan peledak itu merupakan sisa Perang Dunia II yang ditemukan masyarakat.



“Kalau tahu (lokasi penyimpan bom), tentu kita pasti ya panik. Dan kita jika masih tersimpan di sana, kan mungkin akan bisa terjadi (ledakan) lagi,” tambah warga lainnya, Nirma Retnaning.

“Kalau misalkan suatu saat ada bom di situ, dan katanya kalau suhu panas nanti meledak lagi itu bikin trauma. Kita juga takut kalau terjadi ledakan lagi,” imbuh dia.

Nirma menyampaikan, sewaktu kecil kerap bermain di area gudang yang baru saja meledak tersebut. Dia bersama teman-temannya bermain di lokasi itu karena masih berupa lahan kosong. Warga pun baru mengetahui lokasi itu sebagai gudang penyimpan bom, setelah terjadi ledakan.

“Warga enggak tahu sama sekali, tahunya ya zaman saya kecil itu tempat bermain. Kita tahunya itu (sekarang) kayak garasi mobil, aja mobil Gegana,” terangnya.

“Mungkin baiknya ditinjau ulang tempat penyimpanan (bahan peledak) itu radius berapa meter yang aman dari warga. Kalau ini kan jika ini dihitung dari rumah saya itu paling jaraknya cuma 10 meter, jadi ya khawatir,” tandasnya.



(nun)

loading...