alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Waktu Mepet, Perubahan UU KPK Rawan Dibatalkan MK

Suharjono
Waktu Mepet, Perubahan UU KPK Rawan Dibatalkan MK
Jika dipaksakan perubahan UU KPK rawan cacat formal yang berujung pembatalan di Mahkamah Konstitusi. ILUSTRASI/KORAN SINDO

YOGYAKARTA - Pembahasan atas perubahan UU KPK masih terus menjadi bola panas. Pemaksaan perubahan UU untuk lembaga antirasuah tersebut, rawan cacat formal yang berujung pembatalan di Mahkamah Konstitusi.

Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD mengatakan, ada prosedur yang harus digunakan DPR untuk membahas rancangan perundangan. Dalam kondisi normal beberapa hal harus dilakukan termasuk publik hearing, sosialisasi serta naskah akademik juga harus muncul dan dibahas.

"Kalau banyak prosedur tidak dilakukan maka bisa cacat formal. Kalau cacat formal maka kalau sampai di MK, bisa dibatalkan MK," terangnya kepada wartawan di Yogyakarta, Minggu (15/9/2019).



Dijelaskannya, pembahasan UU memang tidak ada ukuran pasti. Dia menyebut ada yang sampai dua tahun, ada yang dua bulan, ada yang hanya dua minggu."Namun rata - rata empat bulan karena ada mekanisme prosedural atas rancangan peraturan perundangan," katanya.

Untuk itu dia berharap pembahasan ditunda di periode berikutnya. Karena kalau dilakukan saat ini maka jika digugat di MK bisa cacat formal dan keseluruhan batang tubuh bisa dibatalkan.

"Karena memang tidak masuk program legislasi nasional, sosialisasi belum dilakukan dan juga belum ada naskah akademik. Saya berpendapat ya ditunda dulu, mari kita diskusikan bersama, " ucap guru besar Hukum UII ini.

Mahfud juga berharap masyarakat juga ikut bertanggung jawab dengan mendukung komisioner KPK yang sudah dipilih di DPR. Ini lantaran KPK harus tetap ada. "Proses perbaikan harus dilakukan. Sehingga jangan bersikap fatalistik," imbuh dia.

Untuk itu jangan sampai under estimate kepada komisioner KPK. Dia beralasan komisioner KPK yang sudah bekerja saat ini (Agus Raharjo dkk) juga awalnya dianggap jelek dan sulit bekerja untuk pemberantasan korupsi.

"Buktinya kinerjanya juga baik. Semua tergantung lingkungan kerja dan dukungan. Makanya berikan dukungan positif. Beri kesempatan karena sudah dipilih," pungkasnya.



(nun)

loading...