alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ini Penjelasan Direktur Pascasarjana UIN Soal Disertasi Abdul Aziz

Priyo Setyawan
Ini Penjelasan Direktur Pascasarjana UIN Soal Disertasi Abdul Aziz
Mahasiswa S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Abdul Aziz memberikan keterangan soal disertasinya yang mendapat rekasi luar biasa dari publik . FOTO/SINDOnews/Priyo Setyawan

YOGYAKARTA - Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noor Haidi mengatakan, sebenarnya disertasi Abdul Aziz awalnya dirancang untuk melakukan analisis yang kritis terhadap pemikiran Muhammad Syahrour mengenai konsep Malik al Yamin.

Yaitu dengan mengkaji pemikiran Syahrour, terutama kontek sosial, budaya dan politik apa yang mendorong pemikiran Syahrour mengembangkan konsep Malik al Yamin sedemikian rupa.

“Itu awalnya, namun kemudian ada kontekstualisasi pemikiran Syahrour dalam situasi sekarang,” kara Noor Hadi Selasa (3/9/3019).



Menurut Noor Hadi, untuk perbaikan disertasi tersebut nanti akan fokus bagaimana melihat pemikirann Syahrour dengan kacamata analisis yang kritis dan memadukannya dalam kontek akademik serta memberikan sumbangan terhadap kehidupan teroritis kesarjanaan mengenai bagaimana tafsir berkembang dan kemunculam pemikiran yang kontroversial.

“Fokus melihat pemikiran Syahrour, apa dan bagaimana pemikiran itu berkembang dan kenapa Syahrour bisa berpikir nanti yang akan menjadi kesmpulan disertasi Abdul Aziz,” terangnya.

Menurut Noor Hadi meski nantinya direvisi orang tetap akan mengetahui pemikiran Syahrour itu, sebab orang tetap bisa membaca. Tetapi dia menyarankan sebagai landasan untuk menjustifikasi, itu tugas yang harusnya tidak diambil oleh seorang peneliti doktoral. "Biarkan itu
tugas dari orang lain yang merasa berkenpentingan," terangnya

“Saya ingin mengembalikan tugas Abdul Aziz sebagai mahasiswa doktoral menulis disertasi, mengembanbkan argumen terkait pemiklirn syajhrour,” tambahnya. (Baca juga : MUI Menyesalkan Penguji dan Promotor Loloskan Disertasi Zina)

Noor Hadi menegaskan adaya revisi ini bukan sebagai pengekangan kebebasan. Sebab tetap komitmen dengan menunjukkan bagaimana cara
memproduksi pengetauan yang benar.

Abstrasi ada satu dua kalimat yang sebenarnya bukan pernyataan akademis, ketika masuk ke wilayah yang sifatnya prakatik itu di
antara poin-poin yaang akan direvisi Abdul Aziz. Terutama akan fokus pada usaha melakukan analisi yang komprehenshi mengenai apa,
bagaimana dan mengapa pemikiran Syarour itu.

Abdul aziz mengatakan akan mengikuti prosedur yang ada untuk revisi disertasinya, seperti konsultasi dengan promotor, kalau promotor keberatan akan tunduk termasuk dalam kontennya. Mengenai apakah revisi itu nantinya tidak mengubah isu yang dibahas, Abdul Aziz menyatakan masalah itu nantinya akan berjalan dalam dialektika dengan penguji, terutama bagaimana tarik ulurnya. “Tetapi yang jelas saya harus bertanggungjawab secara moral terhadap disertasi ini,” ungkapnya.



(nun)