alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

5 Bulan Kekeringan, Warga Rongkop Dapat Bantuan Air dari ACT

Suharjono
5 Bulan Kekeringan, Warga Rongkop Dapat Bantuan Air dari ACT
ACT DIY dan MRI memberikan bantuan air bersih di Kecamatan Rongkop, Gunungkidul. FOTO/IST

GUNUNGKIDUL - Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY terus berusaha menyasar wilayah kekeringan di Gunungkidul. Setelah lima bulan mengalami kekeringan, warga di Kecamatan Rongkop mendapat dropping air.

Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang bekerja sama dengan ACT mengatakan, dalam dua hari ini kurang lebih sebanyak 48.000 liter air didistribusikan untuk Kecamatan Rongkop. Salah satunya diberikan untuk warga Desa Melikan. "Kita mengisi penampungan air untuk masjid dan penampungan umum milik warga,” ujar salah satu relawan MRI, Naufal, kepada wartawan Rabu (28/8/2019).

Dijelaskannya, Kecamatan Rongkop merupakan kecamatan yang dipetakan ACT membutuhkan air bersih. Untuk itu bantuan dropping air diharapkan bisa meringankan beban warga.



Sementara, warga Dusun Melikan, Rongkop, Esdiyanto menjelaskan, saat musim kemarau, para petani diwilayahnya tidak mengerjakan lahan. Ini lantaran lahan yang kering tidak bisa menghasilkan untuk kegiatan pertanian.

“Kalau sudah seperti ini tinggal singkong sama pohon jati yang bertahan, sebagian warga juga sudah merantau ke kota seperti Yogya atau ke Solo jadi buruh bangunan,” ujarnya.

Dia menuturkan, sejak bulan Maret, air mulai sulit didapatkan. Saat ini setiap Kepala Keluarga (KK) sudah membuat Penampungan Air Hujan (PAH) yang dapat menampung air kurang lebih satu truk tangki 6.000 liter. Ada PDAM milik kabupaten yang sumbernya di Wonosari namun airnya belum merata.

“Berkali-kali masyarakat di sini membuat sumur bor atau sumur galian tidak ada yang berhasil akhirnya tidak diteruskan, sebelumnya juga pernah diteliti di kedalaman 200 meter pun katanya juga tidak ada airnya,” tambahnya.

Dengan bantuan dari ACT hal tersebut sangat membantu masyarakat sehingga anggaran beli air bisa dialihkan untuk hal lain.



(nun)