alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Curi Burung di Salatiga, Dua Warga Semarang Ditembak Petugas

Angga Rosa
Curi Burung di Salatiga, Dua Warga Semarang Ditembak Petugas
Pencuri. Ilustrasi

SALATIGA - Petugas Satreskrim Polres Salatiga terpaksa melepaskan timah panas ke kaki dua orang pelaku pencurian burung milik Dedi Purwanto (47) warga Jalan Fatmawati, Blotongan, Sidorejo, Salatiga. Tindakan tegas tersebut dilakukan lantaran kedua pelaku mencoba melawan dan hendak kabur saat ditangkap polisi.

Kedua tersangka yang belakangan diketahui kakak beradik ini adalah, ULAY (29) warga Tawangmas, Rajekwesi RT 03 RW 04 Tawangmas, Semarang Barat, Kota Semarang dan R (37) warga Kalisidi RT 02 RW 08 Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Tersangka ULAY ditembak kaki kanannya, sedangkan R ditembak kaki kirinya.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, kedua pelaku yang merupakan residivis kasus pencurian motor ini, menyatroni rumah korban pada malam hari dan masuk melalui jendela. Dalam askinya pelaku berhasil menggasak 15 ekor burung, uang tunai Rp500.000 dan tiga handphone dengan total nilai mencapai sekitar Rp67 juta.



“Sebelumnya, tersangka sudah merencanakan untuk mencuri burung di rumah korban. Bahkan tersangka juga mempelajari situasi rumah korban terlebih dahulu. Setelah rumah dalam kondisi kosong mereka langsung masuk ke rumah korban melalui jendela,” kata Kapolres, Jumat (16/8/2019).

Setelah berhasil masuk, tersangka langsung mengambil handphone dan uang tunai yang ada di dalam rumah. Kemudian mereka mengambil 15 burung dan memasukannya ke dalam dua kurungan besar. Selanjutnya kedua tersangka kabur.

“Kejadian ini baru diketahui setelah korban pulang ke rumah. Korban langsung melapor ke polisi dan akhirnya kedua tersangka berhasil kita tangkap. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tandas Kapolres.

Sementara itu, tersangka ULAY mengatakan, niatan mencuri muncul setelah dia bersama kakaknya melihat sejumlah burung di rumah korban saat melintas di Jalan Fatmawati, Salatiga pada 4 Agustus 2019 siang. Akhirnya mereka memutuskan untuk menyatroni rumah korban pada malam hari.

“Setelah berhasil (mencuri), saya pulang dan menjual satu handphone laku Rp1,8 juta. Hasilnya dibagi dua. Uang saya gunakan untuk kebutuhan hidup,” ujarnya.



(mif)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif