alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Negara Harus Hadir Tanamkan Jiwa Nasionalisme di Kalangan Milenial

Ahmad Antoni
Negara Harus Hadir Tanamkan Jiwa Nasionalisme di Kalangan Milenial
Para pembicara pada Diskusi Prime Topic MNC Trijaya FM bertema Nasionalisme-Patriotisme Era Milenial, di Noormans Hotel Semarang, Rabu (14/8/2019). FOTO : SINDOnews/AHMAD ANTONI

SEMARANG - Negara tetap harus hadir dalam upaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan patriotime kepada anak-anak muda di era milenial saat ini.

Namun dibutuhkan cara yang berbeda dalam upaya menanamkan nilai-nilai tersebut. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng Noegroho Rachmadi saat berbicara dalam Diskusi Prime Topic MNC Trijaya FM bertema Nasionalisme-Patriotisme Era Milenial, di Noormans Hotel Semarang, Rabu (14/8/2019).

“Saat ini, menanamkan nasionalisme dan patriotisme ke anak-anak muda sudah mulai bergeser. Jika dulu melalui kegiatan penataran P4. Sekarang sistemnya learning by doing. Misalnya, mereka dengan sendirinya menggelar musyawarah," terang Sinoeng.



Oleh karena itu, kata dia, negara harus hadir menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme ke anak muda dengan cara menyesuaikan gaya anak muda, tidak lagi dengan cara lama.

Sinoeng menambahkan, Disporapar Jateng terus berupaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme kepada anak muda atau generasi milenial. Pihaknya menargetkan 8,5 juta generasi milenial di Jawa Tengah.

"Kita selalu melibatkan anak-anak muda pada setiap kegiatan kepemudaan, olahraga, atau pariwisata. Hal itu salah satu upaya menanamkan nasionalisme dan patriotisme ke anak muda," jelasnya.

Sementara, anggota Komisi A DPRD Jateng, Bambang Joyo Supeno berpendapat bahwa pengertian nasionalisme dengan patriotisme memiliki makna yang berbeda.

"Patriotisme itu semangat juang dalam menjalankan nilai-nilai nasionalisme. Sedangkan nasionalisme itu ajaran dari nilai-nilai kebangsaan," tandas Bambang.

Namun menurutnya, pada era milenial yang mengedepankan teknologi dan kebebasan berekspresi dikhawatirkan bisa menggerus nasionalisme dan patriotisme.

"Misalnya, dampak media sosial bisa terjadi saling serang. Ini menjadi fenomena yang kemudian perlu menempatkan generasi milenial pada posisi yang tepat,” tegasnya.



(mif)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif