alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Antisipasi Obat Palsu, Ikatan Apoteker Indonesia Sidak Apotek

Saladin Ayyubi
Antisipasi Obat Palsu, Ikatan Apoteker Indonesia Sidak Apotek
Antisipasi Obat Palsu, Ikatan Apoteker Indonesia Sidak Apotek. Ilustrasi

BANYUMAS - Terbongkarnya penjualan obat palsu di ratusan apotek di Jakarta dari pabrik obat ternyata membuat resah pemilik apotek di Banyumas. Untuk mengantisipasi adanya penjualan obat palsu ini, Ikatan Apoteker Indonesia atau IAI cabang Banyumas melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa apotek yang ada di Kota Purwokerto.

Selain mengecek keaslian obat yang dijual, IAI juga melihat kompetensi dari para apoteker. Sidak ditujukan ke sejumlah apotek besar di Purwokerto. Selain mengecek keaslian obat, turut dicek juga nomor registrasi obat serta tanggal kedaluwarsa obat.

Petugas juga memeriksa faktur pembelian obat dari distibutor. Petugas mencocokan apakah nama obat yang dijual sesuai dengan faktur pembelian. Selain itu petugas juga melihat kesamaan nomor registrasi yang tercantum di pembungkus obat dengan faktur pembelian obat. Tidak menemukan obat palsu, petugas kemudian melanjutkan sidak ke apotek lain. "Di sejumlah apotek, petugas memastikan jika obat yang dijual semua asli dan sesuai dengan faktur pembelian obat," terang Khafidz Nasrudin, ketua IAI Banyumas.



Sementara itu, terbongkarnya kasus penjualan obat di 197 apotik yang ada di Jabodetabek membuat resah pemilik apotek di Purwokerto. "Kami khawatir jika konsumen akan ketakutan untuk membeli obat di sini," Cahyono Sunarto, pemilik apotek Rahayu Purwokerto.

Ia berharap agar pemeriksaan oleh BPOM dilakukan lebih ketat, agar tidak berpengaruh ke apotek yang langsung bersinggungan dengan konsumen. Pihak IAI Banyumas akan terus melakukan sidak terhadap apotok untuk mencegah masuknya obat palsu dari distribusi obat yang nakal. Saat ini, jumlah apotek di Banyumas mencapai 204 unit.



(mif)