alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kekeringan Meluas, Pihak Ketiga Mulai Bantu Air Bersih

suharjono,
Kekeringan Meluas, Pihak Ketiga Mulai Bantu Air Bersih
Kekeringan meluas, pihak ketiga mulai turun tangan droping air di Gunungkidul.FOTO/SINDOnews/Suharjono

GUNUNGKIDUL - Bencana kekeringan di Gunungkidul saat ini melanda di 14 kecamatan. Bahkan diprediksi terus meluas lagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul pun mulai berkoordinasi dengan pihak pihak lain untuk ikut membantu droping air.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, hari ini pihaknya menerima bantuan droping dari salah satu tokoh asli Gunungkidul Kolonel Tugiman. Bantuan 30 tangki air akan dibagikan untuk warga di tiga kecamatan, masing masing Girisubo, Rongkop dan Tepus.

"Kekeringan di Gunungkidul memang prediksi kami semakin meluas. Saat ini saja sudah 14 kecamatan. Dan kita koordinasi droping dengan berbagai pihak yang akan membantu agar bantuan bisa merata tidak tumpang tindih," terangnya kepada wartawan saat pelepasan bantuan droping air dari Kolonel Tugiman di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Jumat (19/7/2019).



Dia berharap pihak ketiga terus berkoordinasi dengan BPBD Gunungkidul. Dengan demikian bisa terdata dengan baik dan memudahkan koordinasi. Selaian perseorangan, pihaknya juga menerima bantuan dari beberapa pihak diantaranya komunitas Loro Blonyo, kemudian PLN dan Bank BPD DIY yang siap ambil bagian bantuan droping air.

Sementara Kolonel Tugiman mengatakan bantuan droping air ini merupakan respon sosial darurat. Selanjutnya dibutuhkan pemikiran untuk mengatasi kekeringan yang sudah permanen terjadi di Gunungkidul yang juga tanah kelahirannya. "Saya sempat keliling seperti di Rongkop, Tepus, Girisubo dan mereka memang butuh air bersih," katanya.

Tokoh yang disebut sebut bakal maju dalam bursa calon bupati Gunungkidul ini melanjutkan, untuk mengatasi persoalan air secara permanen, dibutuhkan upaya mencari mencari terobosan teknologi. Komitmen yang kuat dari Pemkab Gunungkidul dan masyarakat kata dia, sangat dibutuhkan.

"Saya yakin, kalau kita punya semangat yang kuat, gotong royong, bekerja keras dan guyub rukun, tidak ada yang tidak mungkin untuk mengatasi masalah air bersih ini," pungkas Pakar Hukum Tata Negara Universitas Pasundan Bandung ini.



(nun)

loading...