alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Divonis 6 Tahun Penjara

Ahmad Antoni
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Divonis 6 Tahun Penjara
Wakil Ketua DPR RI nonaktif Taufik Kurniawan divonis 6 tahun penjaradi Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (15/7/2019). FOTO/SINDOnews/Ahamd Antoni

SEMARANG - Majelis hakim menjatuhkan vonis 6 tahun penjara kepada Wakil Ketua DPR RI nonaktif Taufik Kurniawan dalam sidang dakwaan penerimaan fee atas pengurusan dana alokasi khusus untuk Kabupaten Kebumen dan Purbalingga perubahan APBN 2016 dan 2017 di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah, Senin (15/7/2019).

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonius Widjantono, terdakwa juga diharuskan membayar denda sebesar Rp200 juta yang jika tidak dibayarkan maka akan diganti dengan kurungan selama 4 bulan. Vonis yang diterima oleh Taufik ini lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni 8 tahun penjara.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," sebut Hakim.



Majelis hakim mempertimbangkan bahwa terdakwa telah terbukti menerima fee dengan total Rp4,85 miliar itu. Fee tersebut masing-masing terbagi atas pengurusan DAK untuk Kebumen yang bersumber dari perubahan APBN 2016 sebesar Rp3,65 miliar dan pengurusan DAK untuk Purbalingga dari perubahan APBN 2017 sebesar Rp1,2 miliar.

Dia menjelaskan, uang pemberian mantan Bupati Kebumen Yahya Fuad dan mantan Bupati Purbalingga Tasdi diserahkan kepada terdakwa melalui orang suruhannya Rahmat Sujianto dan Wahyu Kristianto. "Uang yang dalam penguasaan Rahmat Sujiato dan Wahyu Kristianto tersebut, maka secara hukum uang tersebut sudah berada dalam penguasaan terdakwa," ungkapnya.

Tak hanya itu, majelis hakim juga memerintahkan terdakwa untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 4,2 miliar. Sisa uang pengganti kerugian negara telah dibayarkan oleh saksi Wahyu Kristianto sebesar Rp600 juta.



(nun)

loading...