alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dampak Kekeringan, BPBD Klaten Pasok Air Bersih Sejak Akhir Mei

Ary Wahyu Wibowo
Dampak Kekeringan, BPBD Klaten Pasok Air Bersih Sejak Akhir Mei
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

KLATEN - Kekeringan telah akibat kemarau telah terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sejak akhir Mei lalu, sejumlah daerah telah meminta dropping air bersih dari Pemkab setempat.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten Dody Hermanu mengatakan, pengiriman pasokan air bersih di daerah terdampak kekeringan telah dimulai sejak 27 Mei lalu.

Kekeringan telah terjadi diawali dari kawasan lereng Gunung Merapi, di Kecamatan Kemalang. Permintaan air bersih juga datang dari sejumlah desa di Kecamatan Jatinom. “Suplai air bersih sejauh ini telah mencapai 96 tangki,” kata Dody Hermanu saat dihubungi SINDOnews, Kamis (4/7/2019).



Setiap hari, tiga mobil tangki BPBD Klaten bergerak mengirimkan pasokan air bersih dengan sasaran penampungan air rumah warga dan tempat ibadah. Untuk satu mobil tangki, dalam sehari mengirim hingga tiga kali.

Selain Kecamatan Kemalang dan Kecamatan Jatinom, daerah lainnya yang menjadi langganan kekeringan adalah Kecamatan Karangdowo, Kecamatan Bayat, Kecamatan Cawas, dan Kecamatan karangnongko.

Untuk kebutuhan pasokan air bersih dalam rangka antisipasi kemarau panjang, BPBD Klaten telah mengalokasikan anggaran Rp200 juta. Dana sebesar itu bisa dipakai untuk mengirimkan 800 tangki air bersih.“Jika ada yang mulai kekeringan, kepala desa bisa langsung minta bantuan ke BPBD dan gratis,” urainya.

Khusus wilayah Desa Balerante bagian atas di Kecamatan Kemalang, mendapat pasokan dari mata air di Kali Bebeng. “Meski di wilayah Sleman, tapi kita boleh nyalur dan yang dapat Desa Balerante bagian atas,” urainya. Sedangkan Desa Balerante bagian bawah, diantisipasi dengan Pamsimas. Selain itu, dua dari tujuh mobil tangki yang dimiliki BPBD Klaten juga disiagakan di Kecamatan Kemalang.

Sesuai prediksi BMKG, kemarau panjang akan berlangsung hingga Oktober dan puncaknya pada Agustus mendatang. Selain BPBD Klaten, bantuan air bersih biasanya juga ada dari CSR perusahaan atau masyarakat. Pengiriman pasokan air bersih dari CSR bekerjasama dengan PDAM dan PMI.

Selain kekurangan air bersih, resiko lainnya dari kemarau panjang adalah bahaya kebakaran. BPBD mewaspadai kebakaran di area perbukitan di Kecamatan Bayat. “Kami akan melakukan sosialisasi agar tidak sembarangan buang puntung rokok dengan spanduk di wilayah itu,” tandasnya.

Jika ada yang sembarangan buang puntung rokok, resiko kebakaran sangat tinggi. Dampak lainnya dari kemarau panjang adalah tanaman padi menjadi puso. Sebagai upaya penanggulangannya, Pemkab Klaten menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Guna mengejar agar tanaman padi tidak puso, maka lahan perlu diberi pasokan air. “Airnya biasanya diambil dari anak Sungai Bengawan Solo,” terangnya.

Namun sejauh ini, pihaknya belum mendapat informasi dari Dinas Pertanian terkait tanaman padi yang terancam puso akibat kekurangan air. Daerah yang lahan pertaniannya terancam puso, berbeda dengan daerah yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih.



(nun)

loading...