alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

96 Calon Siswa yang Gunakan SKD Aspal dalam PPDB Dicoret

Ahmad Antoni
96 Calon Siswa yang Gunakan SKD Aspal dalam PPDB Dicoret
96 Calon Siswa yang Gunakan SKD Aspal dalam PPDB Dicoret. Ilustrasi

SEMARANG - Sebanyak 96 calon siswa di sejumlah SMA negeri di Jawa Tengah terpaksa dicoret dari pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 sejumlah sekolah. Hal itu terjadi karena siswa kedapatan menggunakan Surat Keterangan Domisili (SKD) dan Kartu Keluarga (KK) asli tapi palsu (aspal).

Asli karena SKD dan KK tersebut resmi dikeluarkan oleh pejabat pemerintahan terkait. Palsu, karena masa domisili dalam SKD tersebut tidak sesuai dengan kenyataan, karena orang tua memalsu masa domisili hanya untuk bisa masuk dalam zonasi sekolah yang diinginkan.

"Ketentuanya sudah jelas, kalau mau pindah dan menggunakan SKD, minimal sudah bertempat tinggal di lokasi itu selama enam bulan. Namun ternyata masih ada yang berbuat curang," kata Ganjar ditemui di rumah dinasnya, Selasa (2/7/2019).



Ganjar menerangkan, hingga hari kedua pendaftaran PPDB online untuk SMA hari ini, sudah ada 1.117 pendaftar yang menggunakan SKD. Setelah diverifikasi, dari jumlah itu hanya 1.021 SKD valid, sementara sisanya sekitar 96 SKD tidak valid.

"Terhadap mereka langsung kita coret. Ya itu, calon siswa yang mendaftar menggunakan SKD yang tidak valid, langsung kita coret," tegas Ganjar.

Ganjar menerangkan, pencoretan calon siswa yang menggunakan SKD aspal terjadi di sejumlah sekolah. Diantaranya di SMAN 1 Kendal sebanyak 7 calon siswa, SMAN 1 Purworejo 6 calon siswa, SMAN 1 Purwokerto 17 calon siswa, SMAN 1 Pekalongan 23 calon siswa dan SMAN di Pati ada 12 yang dicoret.

"Itu beberapa contoh yang kami coret karena menggunakan SKD tidak valid. Itu yang agak banyak," paparnya.

Meskipun dicoret, Ganjar menegaskan calon siswa tersebut bukan berarti tidak mendapatkan sekolahan. Ganjar meminta kepada calon siswa dan orang tua untuk kembali ke jalan yang benar dengan cara mendaftar lagi tanpa menggunakan SKD atau KK baru.

"Kecuali kalau memang ada orang tua yang menyatakan selama ini memang tinggal di dekat sekolah, namun lupa mengurus surat-surat, silahkan saja. Namun akan tetap kami verifikasi," ucapnya.

Seluruh administrasi dari 96 calon siswa yang kedapatan menggunakan SKD tidak valid tersebut langsung dikembalikan. Ganjar meminta calon siswa dan orang tua yang dicoret untuk mendaftar dari awal ke zonasinya masing-masing atau menggunakan jalur prestasi.

"Tapi jangan berbohong. Jangan bikin susah anak anda, kasihan. (Pencoretan) ini sekaligus juga warning saya kepada orang tua, bawa saya serius, ini saya coret beneran. Kasihan anak anda, maka di sini saya tidak ekspos nama-namanya. Tolong kembali ke jalan yang benar, kembali ke zona masing-masing atau menggunakan jalur prestasi," tegasnya.

Terkait temuan SKD aspal itu, Ganjar langsung menggelar rapat dadakan. Pihaknya juga langsung memerintahkan kepada seluruh kepala sekolah SMAN di Jawa tengah untuk melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap SKD dan KK yang baru.

"Saya perintahkan malam ini juga dicek semua SKD dan KK baru, karena itu sebagai satu indikasi, kemungkinan ada ketidakbenaran. Ini kan masih hari kedua pendaftaran, maka masih ada waktu. Mulai malam ini sampai pendaftaran ditutup, semua harus melakukan verifikasi," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Jumeri mengatakan, pihaknya akan ketat dalam pengecekan SKD yang dibawa orang tua dan juga KK baru. Pengecekan dilakukan apakah SKD dan KK baru tersebut benar-benar valid.

"Kalau ada data tidak valid, penipuan atau pemalsuan, akan kami cabut. Langsung kami gugurkan. Kami juga akan melakukan visitasi rumah guna mengecek kondisi di lapangan," kata dia.

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh orang tua calon siswa untuk tidak menggunakan SKD yang palsu. Sebab, semua bentuk pemalsuan akan dapat diketahui karena proses verifikasi dilakukan secara ketat.



(mif)

loading...