alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Suhu Dingin Melanda, Ayam Ternak di Kendal Banyak yang Mati

Eddie Prayitno
Suhu Dingin Melanda, Ayam Ternak di Kendal Banyak yang Mati
Ayam ternak usia satu hingga dua minggu banyak yang mati lantaran cuaca ekstrem. FOTO/iNews/EDDIE PRAYITNO

KENDAL - Setelah merugi akibat harga ayam yang anjlok, kini peternak ayam di Kendal menghadapi persoalan serius lainnya. Ayam ternak mereka banyak yang mati lantaran cuaca ekstrem.

Suhu dingin yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah menyebabkan angka kematian ayam usia satu hingga dua minggu meningkat, mencapai 15%. Padahal jika cuaca normal, angka kematian ayam di bawah 5%.

Yulis Dani, peternak ayam di Sukorejo, Kendal mengatakan, suhu dingin menyebabkan banyak ayam usia 1-2 pekan mati. Sementara di sisi lain, peternak tidak berani menjual ayam siap jual lantaran harganya masih sangat rendah.



"Sedangkan untuk menunda panen, peternak harus menanggung biaya tambahan untuk pakan ternak," katanya, Senin (1/7/2019).  
 
Hal senada juga disampaikan Yudianto. Dia mengaku harga daging ayam anjlok padahal pasokan di pasar stabil tidak terlalu melimpa. "Saya berharap pemerintah bisa mengatasi permaslahan peternak ayam," kata Yudi.

Harga ayam di tingkat peternak sangat rendah. Di Kendal masih berkisar Rp8.000-Rp9.000 per kilogram. Bahkan harga ayam sempat terjun hingga Rp5.000 per kg-nya yang mengakibatkan peternak merugi puluhan juta rupiah.
 
Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia Kabupaten Kendal, Suwandi meminta pemerintah bisa segera mengatasi permasalahan peternak agar harga di tingkat peternak stabil. "Yang terjadi saat ini, pasokan di peternak melimpah sehingga perlu ada aturan untuk pengaturan produksi ayam," katanya.

Anjloknya harga ayam pedaging ini menjadi ancaman berat bagi perternak ayam jenis broiler. untuk sementara waktu. peternak ayam di Kendal menunda pengisian ayam anakan agar pasokan tidak terus melimpah dan harga semakin anjlok.



(AMM)