alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PPDB 2019, 10 SMA Negeri di Kendal Kekurangan Siswa

Eddie Prayitno
PPDB 2019, 10 SMA Negeri di Kendal Kekurangan Siswa
Sebanyak 10 SMA Negeri di Kendal kekurangan siswa pada PPDB 2019. FOTO/ILUSTRASI/iNews

KENDAL - Lulusan SMP/sederajat di Kabupaten Kendal lebih memilih melanjutkan sekolah ke SMK dibanding SMA. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya SMA negeri yang kekurangan pendaftar sementara daya tampungnya masih tersisa.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan XIII Provinsi Jawa Tengah, Santoso mengatakan, dari 14 SMA negeri di Kabupaten Kendal, 10 di antaranya belum penuh sesuai daya tampung. Di sisi yang lain, seluruh SMK negeri kelebihan pendaftar.

"Pada PPDB SMA, Gubernur melakukan penyesuaian yang tidak menyimpang dari Permendikbud nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB 2019, yakni memberikan kuota jalur zonasi prestasi sebesar 20% dari daya tampung sekolah untuk mengakomodir siswa berprestasi yang masih dalam satu zona," katanya.



Menurutnya, bagi sekolah yang kekurangan siswa akan mendapatkan limpahan siswa dari sekolah yang telah memenuhi daya tampung dengan mempertimbangkan jarak sekolah dengan domisili siswa.

"Namun permasalahan itu akan muncul pada SMA Negeri 2 Sukorejo dan SMA Negeri 1 Patean, karena SMA di sekitarnya juga sedikit yang mendaftar," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Noor Ahmad mengatakan, dari kunjungan di Kabupaten Kendal, dirinya mendapatkan beberapa catatan untuk menjadi bahan evaluasi PPDB 2019. Satu di antaranya yakni masih tidak seimbang.

"Dengan adanya sistem zonasi ini maka sekolah yang dekat dengan pemukiman seperti di kota-kota akan mendapatkan jumlah lebih banyak siswa dibandingkan sekolah yang berada di daerah yang kurang penduduk," katanya.

Selain itu, adanya zonasi akan membuat sekolah yang berada di perkotaan berkembang sangat baik karena diisi oleh siswa dari perkotaan dibandingkan dengan sekolah di pedesaan.

"Maka dari itu dilakukan pemerataan, baik tenaga pendidikan maupun sarana prasarana di tiap sekolah agar tidak ada tumpang tindih fasilitas sekolah baik di kota maupun di desa," katanya.



(AMM)

loading...