alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tak Semua Lulusan SMP Tertampung di SMA/SMK Negeri Jateng

Ahmad Antoni
Tak Semua Lulusan SMP Tertampung di SMA/SMK Negeri Jateng
Kapasitas SMA dan SMK Negeri di Jateng hanya mampu menampung 45% dari jumlah lulusan SMP tahun ini. FOTO/ILUSTRASI/DOK.SINDOphoto

SEMARANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk bersabar dalam menyikapi polemik kuota sistem zonasi PPDB SMA/SMK Negeri. Saat ini, Disdikbud sedang mengupayakan penambahan petunjuk teknis (juknis) yang ditambahkan ke perubahan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Kuota Zonasi.

"Semoga segera terbit Pergubnya. Nanti kita segera tindaklanjuti dengan juknis baru," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri saat memantau PPDB di Semarang, Selasa (25/6/2019). "Kita selalu mengakomodir masyarakat. Namun, Jawa Tengah tetap patuh Permendikbud," katanya.

Dia menjelaskan, ke depannya semua pengembangan sekolah di Indonesia memakai sistem zonasi. Karena pemerintah terus berupaya melakukan pemerataan kualitas pendidikan di sekolah.



"Masih ada jalur prestasi, jadi anak-anak berprestasi punya peluang masuk sekolah keinginannya. Selain itu pakai zonasi," katanya.

Jumeri menyebutkan, sistem zonasi tetap memiliki sisi positif, terutama menyangkut biaya. Pertimbangannya, dengan sekolah di lokasi yang dekat dengan rumahnya, sehingga biaya transportasi hingga biaya makan bisa ditekan. "Kalau siswa sekolah di dekat rumah maka sangat menurunkan biaya tersebut. Hanya bayar sekolah saja," katanya.

Sebaliknya, bagi sekolah favorit mempunyai tantangan untuk terus meningkatkan mutunya. Dia menyampaikan, apabila selama ini sekolah favorit dimasuki siswa-siswi pandai dari berbagai penjuru, maka dengan sistem zonasi hal tersebut tak bisa lagi dilakukan. Akibatnya tidak semua siswa lulusan SMP atau sederajat tahun ini bisa masuk ke SMA maupun SMK Negeri di Jawa Tengah. Sebab, kapasitas SMA dan SMK Negeri di Jateng hanya mampu menampung 45% dari jumlah lulusan SMP tahun ini.

Jumeri mengimbau bagi mereka yang tak bisa masuk jenjang sekolah negeri untuk mendaftar ke sekolah swasta yang juga memiliki kualitas baik. "SMA/SMK negeri tak bisa menampung seluruhnya. Sehingga ada jatah bagi sekolah swasta," katanya.

Untuk diketahui, di Jawa Tengah ada sekitar 540.000 lulusan SMP, MTs, dan Paket B sederajat. Sementara, kapasitas SMA Negeri di Jateng 113.000 siswa dan SMK Negeri 94.500 siswa.



(amm)

loading...