alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kopi Pungangan, Asli Pekalongan Punya Citarasa Tersendiri

Suryono Sukarno
Kopi Pungangan, Asli Pekalongan Punya Citarasa Tersendiri
Kopi Pungangan, Asli Pekalongan Punya Citarasa Tersendiri. Foto/iNews/Suryono Sukarno

PEKALONGAN - Kopi Indonesia sangat beragam citarasanya, baik dari jenis arabica maupun robusta. Proses pembuatan bubuk kopi pun bermacam cara, baik secara tradisional maupun modern. Banyak yang masih mempertahankan cara tradisional karena memiliki citarasa tersendiri dan cocok untuk pecinta kopi asli.

Salah satu daerah produsen kopi robusta adalah di desa Pungangan kecamatan Doro kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kopi di daerah ini dikenal dengan Kopung atau Kopi Pungangan. Warga daerah ini masih melakukan proses tradisonal menjadikan kopi rabusta ini khas dengan rasa pahit, gurih dan aroma wangi kopi asli.

Kopung punya citarasa tersendiri, sehingga banyak diburu penggemar kopi dan menjadi salah satu penghasilan utama warga setempat. Desa di lereng pegunungan Pekalongan Selatan dengan ketinggian sekitar 700 – 1.000 meter di atas permukaan air laut ini menjadi salah satu lokasi penghasil kopi.



Kopi di sini dipetik dengan cara tradisional dengan memilih petik merah agar kualitas terjaga dengan baik. Biji lalu digiling menggunakan alat manual, kemudian dijemur di halaman rumah warga. Penjemuran di bawah terik matahari ini memerlukan waktu sekitar 3-5 hari agar benar-benar kering.

Setelah kering, lalu ditumbuk dengan alat lumpang batu dan penumpuk alu, oleh warga. Proses ini untuk menghilangkan kulit luar atau cangkangnya. Biji kopi ini kemudian disangrai menggunakan tungku kayu bakar memakai wajan khusus sekitar satu jam hingga benar-benar matang.

Kopi ini kemudian ditumbuk hingga halus dan disaring, untuk mendapatkan bubuk kopi asli yang bagus dan segar. Kopi kemudian di-packing untuk dijual ke pasaran, meski banyak juga konsumen yang memesan langsung ke tempat produksi.

Ahmad Rifai, petani kopi yang juga tokoh masyarakat setempat menyebutkan bahwa Kopung ini menjadi salah atu penghasilan utama warga. Saat panen raya seperti sekarang, produksi mencapai 5 ton bahkan lebih dan sudah banyak ditunggu warga.

“Daerah ini sangat cocok dengan tanaman kopi. Setiap rumah mempunyai tanaman kopi di kebunnya. Warga masih mempertahankan proses tradisional untuk membuat kopi agar citarasa tetap terjaga,” jelas Rifai.

Selain dijual dalam bentuk kopi siap saji, ada juga warga yang menjual dengan kondisi sudah dijemur dan ditumbuk bersih menjadi beras kopi.

“Harga biji kopi yang belum diolah dari daerah ini berkisar Rp18-20 ribu perkilogramnya. Namun kopi yang sudah siap seduh harganya Rp10.000 per 200 gram-nya," jelas Ahmad Rifai.

Diharapkan dengan semakin banyaknya produksi kopi, akan semakin meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Kadarisman, ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis desa Pungangan menyebutkan, pihaknya terus mengupayakan agar kopi asli daerah ini bisa menunjang wisata di daerah ini.

"Kami akan terus mendukung agar Kopung semakin bagus dan bisa menambah kesejahateraan masyarakat," jelas Kadarisman.

Karakter kopi ini diperoleh secara alami, baik dari bibitnya maupun lahan tanaman yang ada di daerah pegunungan ini. Dalam proses pemupukan tanaman kopi, petani lebih memilih pupuk kandang atau kompos.

“Hasil olahan biji kopi rabusta dari desa pungangan memiliki karakter yang unik, khas karena diproses secara tradisional. Rasanya tidak kalah dengan kopi yang lain, ada rasa pahit, gurih, manis dan sedikit asam," jelas Kadarisman.

Pemasaran Kopung umumnya ke daerah sekitar Pekalongan, Batang, Tegal. Namun juga banyak pemesan dari luar kota seperti dari Bandung, Semarang, Surabaya serta Jakarta. Kopi khas ini terus diperkenalkan kepada masyarakat luas. Bahkan pengunjung dan pembeli bisa memetik kopi sendiri sekaligus mencoba membuat kopi sesuai seleranya.

Desa Pungangan sendiri berjarak 40 kilometer dari jalan pantura. Pengunjung akan disuguhi pemamdangan alami hutan pegunungan juga wisata alam selama perjalanan ke desa ini.



(mif)

loading...