alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kemendikbud Gandeng Dikbud Jateng Sosialisasi Lomba Coding Edusiber 2019

Ahmad Antoni
Kemendikbud Gandeng Dikbud Jateng Sosialisasi Lomba Coding Edusiber 2019
Pengelola Sistem Informasi dan Jaringan Pustekkom Kemendikbud, Maria Triyani Pusponingrum (kiri) dalam talkshow Hot Topic di Studio MNC Trijaya 89.8 FM Semarang, Rabu (19/6/2019). FOTO/SINDOnews/AHMAD ANTONI

SEMARANG - Masih terbuka kesempatan untuk para guru dan siswa SMA/SMK di Jawa Tengah untuk mengikuti Lomba Coding Edusiber 2019 yang diadakan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Pustekkom Kemendikbud).

Sosialisasi lomba sebagai wadah untuk mencari bakat-bakat baru dalam kreasi aplikasi pada jenjang guru dan siswa ini terus digencarkan oleh Pustekkom Kemendikbud. Salah satunya dengan melakukan Talkshow di Studio Radio MNC Trijaya 89.8 FM Semarang. Selain itu, juga bekerjasama dengan Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (BPTIK Dikbud) Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

"Sebelumnya melalui web https://edusibercoding.kemdikbud.go.id pendaftaran (pengumpulan proposal) ditutup 14 Juni, tapi untuk Jawa Tengah masih terbuka kesempatan mendaftarkan diri hingga akhir Agustus atau awal September 2019," kata Pengelola Sistem Informasi dan Jaringan Pustekkom Kemendikbud, Maria Triyani Pusponingrum seusai talkshow Hot Topic di MNC Trijaya FM Semarang, Rabu (19/6/2019).



"Karena kesempatan masih banyak, hadiahnya juga lumayan. Jadi kalau nggak tertarik dengan hadiahnya mungkin tertarik sama motivasi karena dengan mengikuti lomba ini setidaknya bisa membandingkan dengan teman lainnya , kapan lagi bisa dinilai, punya saya bagus kurang apa," ujarnya.

Menurutnya, lomba yang mengusung tema Kepedulian terhadap Keamanan Informasi (Edusiber) ini bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan para guru dan siswa dalam pemrograman komputer sekaligus memeriahkan rangkaian Anugerah Kihajar.

Untuk sekolah asal peserta hanya berasal dari 12 provinsi yang sudah ditentukan yakni Aceh, Kep. Riau, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan.

Maria menyebutkan, karya aplikasi yang dilombakan dapat berupa Games dan Aplikasi Keamanan Siber:

• Cyber Security Awareness (Kepedulian Keamanan Siber), contoh: games simulasi menangkal ancaman keamanan siber
• Cyber Security Tools (Perangkat Keamanan Siber), contoh: panic button, antivirus, aplikasi monitoring dan tracking

"Proposal karya aplikasi diunggah ke laman https://edusibercoding.kemdikbud.go.id. Proposal karya aplikasi yang telah diikutsertakan merupakan hak panitia dan tidak akan dikembalikan," katanya.



(AMM)

loading...