alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kelapa Kopyor CDK Sejahterakan Petani

Ainun Najib
Kelapa Kopyor CDK Sejahterakan Petani
Mitra CDK Agro tengah memilih bibit kelapa kopyor beberapa waktu lalu. FOTO/DOK CDK Agro

YOGYAKARTA - Buah kelapa memiliki segudang khasiat untuk kesehatan. Mulai dari mengatasi dehidrasi, obat batu ginjal hingga diyakini mampu meningkatkan vitalitas bagi pria. Namun di balik semua manfaat itu, buah kelapa ternyata juga sangat menjanjikan dari segi ekonomi.

Melihat potensi itu, sekelompok anak muda yang tergabung dalam Corps Dakwah Kepulauan (CDK) fokus dalam budi daya kelapa kopyor. Kelapa kopyor memiliki nilai ekonomis tiga hingga empat kali lipat dibanding kelapa biasa. Manfaatnya pun lebih baik dibanding kelapa muda biasa.

“Kami tergerak untuk ikut memberdayakan petani yang selama ini kurang beruntung. Kami membangun usaha kemitraan dengan para petani,” ungkap Direktur Utama CDK Agro, Siswanta kepada SINDOnews, di kantor CDK Jalan Gajah Mada Km 01 No 54, Sleman, Yogyakarta, Selasa (18/6/2019).



Sepintas kelapa kopyor sama dengan kelapa biasa. Yang membedakan adalah kelapa kopyor ini airnya lebih sedikit dan dagingnya terpisah dari tempurung kelapa. Pohon kelapa kopyor juga lebih pendek dibanding pohon kelapa pada umumnya hanya sekitar 2,5 menteran. Di pasaran harga kelapa kopyor bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per butirnya. Jauh lebih mahal dibanding kelapa muda biasa yang harganya hanya Rp8.000-an per butir.

“Kami melihat potensinya luar biasa. Di pasaran jumlah permintaannya sangat tinggi. Sementara suplainya sangat terbatas. Ini potensi yang luar biasa untuk petani. Kami yakin kelapa kopyor mampu sejahterakan petani,” tegas Antok, sapaan akrab Siswanta.

Kelapa Kopyor CDK Sejahterakan Petani
Direktur CDK Agro, Siswanta S Fil tengah memeriksa buah kelapa kopyor pesanan pelanggan. 

Sesuai semangat CDK yang ingin menyejahterakan petani lokal, Antok menawarkan sejumlah pilihan kemitraan. Pertama, CDK Agro menyediakan tenaga dan pupuk sementara petani mitra menyediakan lahan dan bibit kelapa kopyor ( bibitnya wajib beli di CDK ). Sedangkan pada pola kedua CDK menyediankan tenaga dan pupuk sementara petani mitra CDK cukup menyediakan lahan atau bibitnya saja (pilih salah satu).

Bibit kelapa kopyor yang dimiliki CDK Agro berjenis super sehingga kelapa ini bisa dipanen hanya dalam waktu tiga tahun sejak ditanam. Untuk penyediaan bibit, CDK Agro juga mengandeng para petani. “Bibitnya sudah disediakan mitra kita, para petani pribumi,” terangnya.

Selain menyediakan bibit, CDK Agro juga menyediakan kelapa muda kopyor yang dipasok untuk sejumlah restoran, warung-warung es kelapa muda hingga ke perusahaan yang membutuhkan bahan baku kelapa kopyor dalam produksinya. “Peluang ekspor juga tinggi namun kita masih konsentrasi di tingkat lokal,” jelasnya.

Saat ini CDK Agro telah menanam kelapa kopyor pada 30 titik lahan milik mitra yang ersebar mulai dari Lampung hingga Jawa Timur. CDK masih membuka peluang bagi para petani, pengusaha maupun masyarakat untuk bergabung dalam bisnis ini baik untuk budi dayanya maupun untuk pemasaran berupa buah kelapa kopyor. “Dalam kemitraan itu, kebiasan kami ada kesepakatan sebagian dari keuntungan kita gunakan untuk kegiatan sosial,” tambahnya.

Untuk diketahui CDK awalnya adalah kelompok anak muda yang fokus pada kegiatan sosial dan keagamaan. Kegiatan yang awalnya didanai oleh infak jamaah pengajian ini kemudian berusaha mandiri dengan membuka usaha. Usaha untuk membiayai gerakan dakwah ini dimulai dari budidaya ikan ( CDK Fish), dagang rempah-rempah ( CDK Rempah) dan penjualan bibit tanaman ( CDK Agro ). Dalam perkembangannya CDK mengandeng banyak mitra terutama petani dalam mengembangkan bisnisnya.

Supri,50, salah satu petani binaan CDK Agro mengaku tertarik untuk bekerjasama dengan CDK lantaran menanam kelapa kopyor memang menjanjikan. Di daerahnya satu butir kelapa kopyor dihargai Rp25.000. Itu harga di lokasi.

“Saya membeli 50 batang bibit kelapa kopyor dari CDK. Harapannya ini bisa diwariskan ke anak cucu karena usia pohon kelapa bisa sampai 30 tahun,” ujar salah satu Dukuh di Sayegan, Sleman ini.



(nun)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif