alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

DPRD Segera Panggil Kadinsos Soal Surat Pernyataan Siap Dikutuk

suharjono,
DPRD Segera Panggil Kadinsos Soal Surat Pernyataan Siap Dikutuk
Warga Gunungkidul harus menandatangani surat pernyataan miskin untuk mendapatkan KIS. Redaksional surat ini banyak mendapat kritikan. FOTO/SINDOnews/Suharjono

GUNUNGKIDUL - Surat pernyataan miskin yang berisi siap dikutuk Tuhan apabila berbohong ternyata membuat DPRD Gunungkidul kaget. Dalam waktu dekat, Pimpinan DPRD Gunungkidul Bakal memanggil Kadinsos Siwi Iriyanti.

"Terus terang kami kaget. Banyak yang mengeluhkan. Minggu depan Kita panggil Kadinsos untuk menjelaskan," Kata Ketua DPRD Gunungkidul Dhemas Kursiswanto kepada SINDOnews, Minggu (16/6/2019). (Baca juga : Ngurus KIS, Warga Miskin Harus Siap Dilaknat Tuhan Jika Bohong)

Dijelaskannya, semestinya format surat pernyataan miskin tidak perlu sejauh itu. Artinya dengan format standar lembaga negara bisa dijadikan format untuk masyarakat.



"Kebohongan dalam bernegara semestinya menggunakan aturan negara bukan menggunakan kalimat yang membawa keyakinan dan tidak logis. Maksud dikutuk Allah itu apa. Negara kita ini negara hukum," tandas politisi PDIP ini.

Diakuinya, setelah melakukan pemanggilan, pihaknya ingin mengetahui siapa inisiator surat pernyataan yang membawa agama tersebut."Kita akan lihat alasan kuatnya apa. Kita minta segera direvisi, " lanjut Dhemas.

Salah satu warga Desa Logandeng, Pirhatin Jatmiko mengungkapkan, dirinya memilih tidak melanjutkan mengurus surat keterangan miskin. Hal ini karena dirinya tidak mau menandatangani surat pernyataan yang membawa nama anam agama tersebut.

"Saya sudah sampai Balai Desa karena biaya pengobatan anak saya. Namun saya mundur karena melihat surat pernyataan yang berisi kutukan Allah," tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti meminta maaf dengan redaksional surat pernyataan miskin tersebut. Pihaknya berjanji akan segera merevisi sehingga tidak ada lagi kalimat yang berisi kutukan Allah apabila berbohong.

"Niatan kita awalnya agar masyarakat tidak berbohong dan program untuk warga miskin bisa tepat sasaran, namun kalau memang mengganggu kita akan revisi," ulasnya.



(nun)

loading...