alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ecobricks, Solusi Cerdas Olah Sampah Plastik

Taufik Budi
Ecobricks, Solusi Cerdas Olah Sampah Plastik
Sebanyak 200 guru SD dan SMP di Kota Semarang mendapatkan pelatihan Ecobricksdi Wisma Purba Danarta Semarang. FOTO/iNews TV/taufik Budi

SEMARANG - Sampah plastik menjadi masalah yang belum bisa diselesaikan karena sulit terurai dalam tanah. Sementara penggunaan plastik untuk beragam keperluan terus meningkat karena harganya relatif murah dan praktis penggunaannya.

Sebagai upaya pengendalian sampah plastik, 200 guru SD dan SMP di Kota Semarang mendapatkan Pelatihan Ecobricks. Selama dua hari 12-13 Juni 2019, mereka berkumpul di Wisma Purba Danarta Semarang untuk belajar mengolah sampah plastik.

Ecobricks dinilai sebagai metode pengelolaan paling mudah karena semua orang bisa melakukannya. Cara membuat ecobricks adalah plastik bekas kemasan baik makanan maupun lainnya dibersihkan dan dikeringkan lalu dipotong-potong kecil dan masukkan ke dalam botol plastik bekas lalu dipadatkan dengan tongkat kayu atau bambu hingga padat.



Berat minimal ecobricks adalah sepertiga dari volume botol yang digunakan. Jika botol yang digunakan adalah 600 mililiter maka berat ecobricks minimal 200 gram. Botol-botol padat itu kemudian bisa dirangkai menjadi perabot rumah tangga seperti kursi dan meja.

"Indonesia merupakan negara penghasil sampah terbesar ke-2 di dunia. Oleh sebab itu kita perlu mengelola sampah. Sampah yang ada di sekolah bisa dikelola semuanya, plastik bisa menjadi ecobricks, sampah organik menjadi pupuk, kertas juga bisa dijadikan kerajinan sehingga kita bisa mengurangi sampah dari sumbernya," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, Kamis (13/6/2019).

Dia pun mengajak sivitas akademika untuk tak lebih berhemat dalam penggunaan plastik. Apalagi, saat ini hamlir semua kalangan ketergantungan pada plastik sekali pakai sangat tinggi.

"Mengingatkan juga kalau belanja bawa tas belanja sendiri sehingga tidak menggunakan kresek, bawa botol minum sendiri, jika ada rapat-rapat atau acara minumnya pakai gelas kaca sehingga dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai," tegasnya.

Sementara itu, penyelenggara acara, Lantip Waspodo sekaligus Humas Marimas berharap pelatihan kepada guru itu dapat membentuk karakter siswa untuk lebih peduli lingkungan. Pihaknya juga memberikan stimulan bagi sekolah dengan membuat 100 ecobricks dapat ditukar dengan 1 unit laptop.

"Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Marimas untuk menarik kembali bungkus-bungkus kosong Marimas di masyarakat agar tidak mencemari lingkungan," tuturnya.



(nun)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif