alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

239 Kecelakaan Terjadi di Jateng Selama Lebaran, 26 Orang Meninggal

Ahmad Antoni
239 Kecelakaan Terjadi di Jateng Selama Lebaran, 26 Orang Meninggal
Kepadatan kendaraan pemudik di ruas Tol Bawen-Salatiga menuju arah Semarang, Sabtu (8/6/2019). Tercatat, 350.000 kendaraan bermotor masuk wilayah Jateng selama operasi Ketupat Candi 29 Mei-10 Juni 2019. FOTO/SINDOnews/AHMAD ANTONI

SEMARANG - Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel menyebutkan ada lebih 350.000 kendaraan bermotor yang memasuki wilayah Jawa Tengah. Data tersebut tercatat selama berlangsungnya Operasi Ketupat Candi pada 29 Mei hingga 10 Juni 2019.

Menurutnya, tingginya volume kendaraan selama arus mudik maupun balik itu menjadi salah faktor penyebab terjadinya kecelakaan. Tercatat, angka kecelakaan lalu-lintas (laka lantas) sebanyak 212 kasus di ruas non-tol dan 27 kasus di ruas tol.

"Dari 212 laka lantas di ruas non-tol telah mengakibatkan 23 orang meninggal dunia. Sedangkan tiga orang tewas dari 27 kasus di ruas tol. Total 26 orang meninggal dunia," kata Rycko di sela halal bihalal dengan jajarannya di Mapolda, Jateng, Semarang, Selasa (11/6/2019).



Kapolda menyatakan bahwa arus mudik di Jawa Tengah tahun ini relatif lancar. Sementara saat arus balik, petugas harus merekayasa lalu-lintas baik di luar maupun di dalam ruas tol, karena kepadatan kendaraan yang akan keluar Jateng.

Sementara, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng Kombes Pol Rudy Antariksa menyebutkan, untuk jumlah kejadian laka lantas menurun 17% dibanding tahun lalu.

"Saat masa arus mudik ada sekitar 350.000 kendaraan yang masuk Jateng. Dari jumlah itu, sampai hari ini baru sekitar 60% yang meninggalkan Jawa Tengah," ungkap Rudy.

Pihaknya memperkirakan, dalam tiga hari ke depan, sisa 30% kendaraan pemudik yang masuk sudah kembali ke kampung halaman masing-masing. "Untuk wilayah Jateng hari ini diperkirakan tidak ada yang dilakukan one way," katanya.



(amm)

loading...