alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Merapi Kembali Hembuskan Awan Panas dan Guguran Lava Pijar

Priyo Setyawan
Merapi Kembali Hembuskan Awan Panas dan Guguran Lava Pijar
Merapi Kembali Hembuskan Awan Panas dan Guguran Lava Pijar. Foto/Ilustrasi/Dok.BPPTKG

YOGYAKARTA - Gunung Merapi di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten kembali menghembuskan awan panas guguran dengan jarak luncur 1.000 meter, amplitudo 60 milimeter dan berdurasi 198,16 detik ke arah hulu sungai Gendol, Minggu (9/6/2019) dini hari. Selain itu juga mengeluarkan 12 guguran lava pijar dengan jarak luncur antara 400-1.000 meter.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat secara visual gunung jelas tapi berkabut 0-II hingga 0-III. Asap kawah tidak teramati.




Cuaca cerah dan berawan, dengan angin bertiup lemah ke arah timur dan tenggara. Suhu udara 14,5-19,5 derajar celcius, kelembaban 65-92 persen dan tekanan 628,7-709,2 milimetermerkuri.

Selain awan panas dan lava pijar, juga ada aktivitas kegempaan. Yaitu 32 gempa guguran, dua hembusan, tiga gema fase banyak dan dua gempa vulkanik dangkal.

Namun luncuran awan panas guguran ini masih dalam jarak aman dari rekomendasi BPPTKG. Untuk itu, masyarakat diminta tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Untuk status Merapi level II (Waspada).

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyanto mengatakan untuk luncuran awan panas guguran dikatakan tidak aman jika sudah di atas 5.000 meter atau 5 km.

Sehingga jika masih di bawah itu, dapat dikatakan masih dalam kondisi aman. Namun begitu tetap terus akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di lereng Merapi, terutama yang ada di kawasan rawan bencana (KRB) III.

"Masyarakat juga sudah mendapat mitigasi bencana, sehingga sudah mengetahui apa yang harus dilakukan jika kondisi darurat," terang mantan Kasat Pol PP Sleman itu.



(mif)

loading...