alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Wisatawan Wajib Waspada, Gelombang Tinggi Ancam Laut Jawa

Taufik Budi
Wisatawan Wajib Waspada, Gelombang Tinggi Ancam Laut Jawa
Wisatawan di Pantai Widarapayung, Cilacap, Kamis (6/6/2019). Gelombang hingga setinggi 2,5 meter mengancam dan angin kencang berpeluang melanda Laut Jawa dan perairan utara Kepulauan Karimunjawa, wisatawan diminta waspada. FOTO/IST

SEMARANG - Wisatawan yang hendak menghabiskan waktu libur Lebaran di kawasan pantai wajib waspada. Gelombang hingga setinggi 2,5 meter dan angin kencang berpeluang melanda Laut Jawa dan perairan utara Kepulauan Karimunjawa.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Tanjung Mas merilis peringatan dini gelombang dini pada 7-10 Juni 2019. Oleh karenanya warga dan seluruh aktivitas pelayaran diminta berhati-hati.

"Tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Jawa bagian tengah, perairan selatan Kalimantan, dan perairan utara Kepulauan Karimunjawa," ujar prakirawan BMKG, Sediyanto, Jumat (7/6/2019).



Gelombang tinggi itu dipicu oleh pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari timur — selatan dengan kecepatan 3 - 15 knot. Sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur — tenggara dengan kecepatan 3 - 25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Jawa hingga Sumbawa, perairan selatan Pulau Sumba hingga Pulau Sawu, perairan Pulau Rotte — Kupang, Laut Sawu, Laut Timor selatan NTT, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT," terangnya.

Untuk itu, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot, tinggi gelombang di atas 1,25 meter), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot , tinggi gelombang di atas 1,5 meter), kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter).

"Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di pesisir Laut Jawa dan perairan selatan Kalimantan, serta daerah lainnya khususnya yang tercantum dalam daftar peringatan dini harap mempertimbangkan kondisi tersebut," pungkasnya.



(nun)

loading...