alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemkot Pekalongan Bakal Sweeping Balon Udara Liar saat Syawalan

Suryono Sukarno
Pemkot Pekalongan Bakal Sweeping Balon Udara Liar saat Syawalan
Tradisi menerbangkan balon udara saat syawalan menjadi tradisi masyarakat Pekalongan. FOTO/DOK.iNews/SURYONO SUKARNO

PEKALONGAN - Pemkot Pekalongan akan menyiapkan tim di masing-masing kecamatan untuk melakukan sweeping balon udara. Penerbangan balon udara adalah bagian dari tradisi masyarakat Pekalongan pada syawalan atau 7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Tim gabungan akan menyisir dan melakukan sweeping pada hari Syawalan," kata Asisten 1 Setda Pekalongan, Doyo Budi Wibowo dalam kegiatan sosialisasi Festival Balon Udara, Senin (20/5) sore di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat.

Menurutnya, tim yang terdiri dari lintas instansi tersebut dibentuk secara resmi melalui surat keputusan wali kota.  Tim terdiri dari Camat, Kapolsek, Danramil dan unsur-unsur masyarakat. Jika menemukan masyarakat yang masih membuat balon untuk diterbangkan, maka tim akan melakukan penyitaan.



"Sebenarnya sudah ada sanksi-nya pidananya dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Pasal 210 dengan ancaman pidana penjara 2 tahun. Namun sementara ini kami akan persuasif terlebih dahulu dengan hanya melakukan penyitaan," katanya.

Untuk itu, Doyo meminta kerja sama masyarakat untuk turut mencegah penerbangan balon udara secara liar. Sebab Pemkot bekerja sama dengan AirNav sudah memberikan wadah melalui kegiatan Festival Balon Udara bagi masyarakat untuk menuangkan kreativitasnya dalam membuat balon udara.

"Melalui kegiatan tersebut, kami mengajak masyarakat untuk bersama menjaga keamanan dengan tidak menghilangkan tradisi maupun budaya yang sudah berkembang. Ini sudah menjadi agenda wisata baru sekaligus untuk tetap melestarikan budaya. Karena Pemkot tidak menghilangkan tradisi, hanya perlu dilakukan pengaturan," katanya.

Tahun ini, antusiasme masyarakat dalam mengikuti Festival Balon Udara juga sudah mulai terlihat. Dari catatan jumlah peserta, sudah ada 48 peserta yang mendaftar. Pihaknya menargetkan jumlah peserta tahun ini dapat mencapai 70 hingga 100 peserta.

"Karena dalam lomba tahun ini kami juga melibatkan dari Kabupaten Batang yakni Warung Asem serta dari Kabupaten Pekalongan yakni Tirto dan Buaran," ungkapnya.

Kepala Divisi Keselamatan & Jaminan Keselamatan AirNav Indonesia, Nurhasan mengatakan, sosialisasi Festival Balon Udara akan terus digelar di berbagai tempat sebagai upaya memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahayanya balon udara yang diterbangkan secara liar. Apalagi, wilayah udara Pekalongan adalah bagian dari rute penerbangan Jakarta-Surabaya, yang merupakan rute penerbangan terpadat kelima di dunia.

"Di wilayah udara Pekalongan, pergerakannya ada 100 penerbangan setiap jam. Sehingga jika balon udara ini diterbangkan maka akan membahayakan pesawat karena bisa masuk ke dalam mesin dan membuat terbakar, kemudian mengenai sayap sehingga pesawat sulit dikendalikan maupun menutup kockpit. Itu bisa membahayakan penerbangan," katanya.

Nurhasan berharap Festival Balon Udara yang digelar dapat memfasilitasi kreativitas masyarakat sekaligus melestarikan budaya dan tradisi yang sudah berkembang. "Dengan balon yang ditambatkan maka tradisi tetap terjaga, kreativitas masyarakat terwadahi sekaligus dapat menjadi destinasi wisata baru," katanya.



(AMM)

loading...