alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pengedar Sabu Jaringan Cilacap, Yogya, Solo Dibekuk

Priyo Setyawan
Pengedar Sabu Jaringan Cilacap, Yogya, Solo Dibekuk
Polres Sleman menunjukkan tiga tersangka pengedar narkoba jenis sabu saat ungkap kasus di Mapolres Sleman, Senin (20/5/2019) sore. FOTO/SINDOnews/PRIYO SETYAWAN

SLEMAN - Polres Sleman berhasil membekuk tiga orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba jenis sabu di wilayah hukumnya. Jaringan Cilacap, Yogyakarta, dan Solo ini masing-masing berinisial HK (54), warga Jebres, Surakarta; SA (40), warga Gamping, Sleman; dan Kdm (34), Warga Baciro, Yogyakarta.

Mereka ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda. HK dibekuk di Jebres, Surakarta pada 4 Mei 2019. SA di Banyuraden, Gamping, Sleman pada 15 Mei 2019, dan Kdm diamankan di Alun-Alun Utara Yogyakarta pada 16 Mei 2019. Petugas juga menyita barang bukti hampir 106 gram sabu dari tangan tiga tersangka, dari HK 96,98 gram; SA 1,43 gram; dan Kdm 8,63 gram.

Wakapolres Sleman Kompol M Akbar Kasim Bantilan mengatakan, terungkapnya kasus ini setelah ada informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran sabu di wilayah Sleman. Informasi itu kemudian dikembangkan dengan melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil
menangkap tiga orang tersebut.



"Saat ini kami masih melakukan pengembangan, terutama dari mana tersangka mendapatkan barang itu, termasuk ada tidaknya keterlibatan jaringan yang lebih besar," kata Akbar saat ungkap kasus itu, Senin (20/5/2019).

Akbar menjelaskan, modus operandi jaringan sabu ini adalah, mereka memesan dan mengambil sabu itu langsung kepada bandarnya. Sabu lalu dipecah-pecah menjadi paket 1 gram dengan harga Rp1,2 juta. Mereka mengedarkan sendiri, termasuk mengantar langsung barang tersebut ke alamat yang memesan.

"Sabu itu diedarkan kepada masyarakat umum, terutama orang yang sudah terpecaya," paparnya.

Untuk itu, polisi akan terus mendalami kasus ini, terutama dari siapa barang itu dan ke mana penyebarannya. Apalagi jaringan narkoba sangat luas.

Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Andhyka Doni menambahkan, dari pemeriksaan awal diduga mereka itu jaringan Cilacap, Yogya, dan Solo dan saling berkaitan. Untuk motif sendiri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

"HK dan Kdm dijerat Pasal 114.112 dan 127 UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup dan denda Rp10 miliar. SA dijerat Pasal 112 dan 127 UU 35/2009 tentang Narkotika dengan acaman hukuman maksimal 20 tahun," katanya.

Tersangka HK mengaku belum lama menjadi pengedar sabu. HK sendiri bekerja sebagai bandar judi gelap Togel. Ia mendapatkan sabu dari Jakarta. Hasil dari penjualan sabu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.



(AMM)

loading...