alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dua Tahun Ditutup, Pemerintah Didesak Buka Kembali SMA SBBS Sragen

Joko Piroso
Dua Tahun Ditutup, Pemerintah Didesak Buka Kembali SMA SBBS Sragen
Ruangan laboratorium SMAN SBBS Gemolong, Sragen kosong tidak terawat setelah sekolah itu ditutup pada 2017. FOTO/iNews/JOKO PIROSO

SRAGEN - SMA Negeri Sragen Bililingual Boarding School (SBBS) Gemolong, Sragen telah ditutup pemerintah sejak 2017 silam. Sejumlah pihak mendorong SMA yang pernah menyandang predikat sekolah unggulan itu kembali dibuka pada tahun ajaran 2019/2020.  

"Harapan kami SMAN SBBS segera dibuka lagi di tahun ajaran baru nanti. Entah tetap dengan nama SBBS atau nama lain. Ini aset berharga dan ini berkaitan dengan nasib pendidikan generasi bangsa," kata Ketua Komite SMAN SBBS, Agung Purnomo, Senin (20/5/2019).

Agung menuturkan, penutupan SMAN SBBS didasarkan surat keputusan (SK) yang diterbitkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Jawa Tengah pada Oktober 2017. Dalam surat itu disebutkan bahwa penutupan sekolah yang bekerja dengan PASIAD Turki itu karena sejumlah alasan. Antara lain, SMAN SBBS tidak memiliki aset tanah, tidak memiliki guru PNS, dan sejak 2017/2018 tidak memiliki peserta didik.
 
Agung sangat menyayangkan keputusan tersebut lantaran tidak ada pembicaraan dengan komite dan guru. Penutupan itu telah memupus harapan siswa dan orang tua yang masih menghendaki sekolah di SMAN SBBS Gemolong.



Apalagi fasilitas sarana prasarana yang dimiliki SMAN SBBS lebih bagus dari sekolah lain yang ada di Sragen baik ruangan, laboratorium dan lainnya. "Kami sangat kecewa berat. Selama ini SMAN SBBS banyak melahirkan ratusan gelar dan prestasi dari regional, nasional bahkan internasional," ujar Agung.

Sementara itu, salah satu guru honorer di SMAN-SMPN SBBS Gemolong, Farhan Walidina menyampaikan, sudah dua tahun terakhir sekolahnya tidak membuka pendaftaran siswa baru. "Sebagai guru yang selama ini mengajar, saya dan guru lain sangat berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk membuka kembali SMAN SBBS Gemolong," katanya.



(amm)

loading...