alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hakim Tunda Putusan Sidang Gugatan Lelang Sanggar Pramuka Demak

Taufik Budi
Hakim Tunda Putusan Sidang Gugatan Lelang Sanggar Pramuka Demak
Majelis hakim PN Demak menunda putusan sidang gugatan lelang pembangunan gedung Sanggar Pramuka Kabupaten Demak. FOTO/iNews/TAUFIK BUDI

DEMAK - Sidang putusan atas kasus gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan seorang kontraktor di Pengadilan Negeri (PN) Demak ditunda. Majelis Hakim beralasan berkas putusan untuk para terdakwa belum siap.

"Karena berkas belum siap sidang kami tunda pada 28 Mei 2019," ujar Ketua Majelis Hakim Pandu Dewanto, sesaat setelah mengetuk palu sebagai tanda membuka persidangan, Kamis (16/5/2019).

Sejumlah anggota polisi disiagakan untuk mengamankan jalannya persidangan. Sejumlah kontraktor juga tampak berdatangan demi memantau hasil putusan yang sedianya dibacakan oleh hakim. Mereka memenuhi ruang maupun luar gedung sidang.



Sekadar diketahui, gugatan diajukan oleh Fathur Rohman selaku Direktur PT Puji Syukur Alhamdulillah terhadap para tergugat yang menimbulkan kerugian Rp3.925.000.000 dalam proses lelang ULP Kabupaten Demak. Para tergugat antara lain, Pokja ULP 04 Pemkab Demak selaku tergugat I, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Demak selaku tergugat II, PPKom Kabupaten Demak TA 2018 selaku tergugat III, PT Bokama Reka Jaya, selaku tergugat IV dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan PAD Demak selaku turut tergugat.

"Kami selaku penggugat merasa dirugikan baik materiil dan immateriil dalam proses lelang pekerjaan Konstruksi Pembangunan Gedung Sanggar Pramuka (lanjutan) Kabupaten Demak TA 2018 di Dinas PUPR Kabupaten Demak dengan pagu senilai Rp3,9 miliar," ujar Fathur Rohman usai persidangan.

Dia menjelaskan, perjalanan kasus itu bermula pada 4 Agustus 2018, mendaftar untuk menjadi peserta lelang sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang dipersyaratkan. Terdapat sekitar 28 perusahaan/penyedia barang jasa yang telah mendaftar sesuai dalam pengumuman di LPSE tersebut.

Dia selaku penyedia barang dan jasa selakaligus peserta lelang mengikuti tahapan lelang sesuai petunjuk yang dipersyaratkan. Namun, penggugat mulai merasa janggal ketika mengikuti tahapan mengunggah dokumen penawaran, dokumen kualifikasi sesuai petunjuk lelang di website LPSE, http://lpse.demak.kab.go.id.

"Beberapa kali melakukan upload dokumen, ternyata tidak bisa masuk, tidak bisa upload sehingga selalu gagal dan tanpa diketahui penyebab yang pasti. Artinya dokumen tidak bisa di-upload meski telah dilakukan upload sesuai dengan prosedur yang benar," katanya.

Beberapa kali penggugat melakukan upaya upload dokumen penawaran dan kualifikasi selalu gagal, sehingga kehilangan haknya untuk mengikuti proses lelang dan dinyatakan gugur. Penggugat menilai ada yang tidak beres dengan Sever ULP dan terindikasi dikondisikan oknum yang tak bertanggung jawab, sehingga tak semua peserta lelang bisa melakukan upload penawaran dan tahapan lelang.

"Di persidangan sebelumnya kita juga hadirkan saksi ahli IT. Di situ kan ada jejak digitalnya, historinya seperti apa, pada jam-jam berapa saja ada aktivitas. Bandwidth yang kabarnya 12 Mbps ternyata setelah dicek hanya 3-4 Mbps. Nah ada oknum yang membuat bandwidth mendadak turun drastis," katanya.



(amm)