alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Korea Utara Kembali Tembakkan Sebuah Proyektil

Victor Maulana,
Korea Utara Kembali Tembakkan Sebuah Proyektil
Korea Selatan (Korsel) menyatakan, Korea Utara (Korut) menembakkan sebuah proyektil yang tidak teridentifikasi. Foto/Reuters

SEOUL - Korsel menuduh Korut telah menembakkan proyektil yang tidak teridentifikasi. Hal ini terjadi kurang dari sepekan setelah Korut melakukan hal yang sama.

"Proyektilnya ditembakkan sekitar pukul 4:30 pagi dari kota Sino-ri, ke arah timur, " kata Kepala Staf Gabungan Selatan dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut, seperti dilansir Reuters pada Kamis (9/5).

Sementara itu, terkait uji coba rudal sebelumnya, Pyongyang menyatakan peluncuran roket itu adalah latihan reguler dan pertahanan diri. Pyongyang juga membenarkan jika Pemimpin Korut, Kim Jong-un, turut mengawasi latihan tersebut.



"Latihan baru-baru ini yang dilakukan oleh tentara kami tidak lebih dari bagian dari latihan militer reguler, dan itu tidak menargetkan siapa pun atau memicu memburuknya situasi di kawasan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut

Dalam kesempatan itu, Korut juga memperingatkan para kritikus yang mengomentari uji coba rudal tersebut. "Tuduhan yang tidak berdasar mungkin akan menghasilkan hasil yang mengarah ke arah yang kita maupun mereka tidak ingin lihat sama sekali," ungkapnya. (Baca juga : Disaksikan Kim Jong-un, Korut Uji Coba Rudal Balistik Jarak Pendek)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan ada standar ganda, dimana latihan militer yang dilakukan oleh Korsel dan AS hanya mendatangkan sedikit kritik.

"Hanya latihan militer reguler dan pertahanan diri kami yang dicap sebagai provokatif, dan ini adalah manifestasi yang tak terselubung dari upaya untuk menekan perlucutan senjata negara kami secara bertahap dan akhirnya menyerang kami," kata juru bicara itu.

"Kami pikir ini sangat tidak menyenangkan dan disesalkan, dan kami membunyikan nada peringatan," cetusnya memperingatkan.

Latihan pada hari Sabtu itu adalah uji coba pertama rudal balistik yang dilakukan Korut sejak meluncurkan rudal balistik antarbenua jarak jauh pada November 2017.

Uji coba itu dilakukan setelah pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) pada bulan Februari macet, dan menimbulkan kekhawatiran di kedua negara, yang telah berusaha membujuk Korut untuk meninggalkan senjata nuklir dan program rudal balistiknya.

Seoul merespons dengan menyerukan tetangganya untuk menghentikan tindakan yang meningkatkan ketegangan militer di Semenanjung Korea.
Tetapi Presiden AS Donald Trump, yang telah bertemu dengan Kim Jong-un dua kali, mengatakan ia masih yakin dia bisa membuat kesepakatan dengan Jong-un, dan para pejabat Korsel juga telah mengecilkan ujian.



(nun)

loading...