alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sleman Larang Beri Uang ke Anjal dan Gepeng

Priyo Setyawan
Sleman Larang Beri Uang ke Anjal dan Gepeng
Ilustrasi/SINDOnews

SLEMAN - Pemkab Sleman melarang memberikan uang kepada anak jalanan, geladangan dan pengemis (anjal dan gepeng). Pemkab Sleman saat ini sedang menyiapkan rancangan peraturan daerah (Perda) tentang larangan memberikan uang ke anjal dan gepeng.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman Eko Suhargono mengatakan, pembuatan perda ini untuk menertibkan keberadaan anjal dan gepeng di Sleman. Perda juga sebagai turunan dari Perda DIY tentang aturan yang sama. Sehingga setelah Perda tersebut disahkan, maka tidak boleh lagi ada yang memberi uang kepada anjal dan gepeng. Apalagi, jika merunut Perda DIY, pemberi uang ke gepeng bisa mendapat hukuman pidana.

“Sleman selama ini menjadi ladang basah bagi anjal dan gepeng. Sebab begitu banyak wisatawan dan tempat-tempat yang strategis bagi mereka, seperti rumah makan,” kata Eko, Kamis (9/5/2019).



Eko menjelaskan selain dengan Perda, sebenarnya untuk menertibkan anjal dan gepeng bersama Satpol PP sudah rajin melakukan operasi razia minimal setiap tiga hari sekali. Dengan disahkannya Perda tersebut, nantinya jumlah anjal dan gepeng semakin menurun. Jika ingin memberikan uang, lebih baik salurkan ke lembaga-lembaga zakat resmi.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Sleman, Junadi menambahkan selama 2018 lalu telah menjaring 206 anjal dan gepeng. Terdiiri dari 64 anjal dan 132 gepeng. Dari jumlah itu kebanyakan berasal dari Jawa Tengah. Sisanya ada yang dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Bahkan tercatat beberapa di antaranya berasal dari Sleman sendiri. "Biasanya mereka terkonsentrasi di Simpang Tempel, Pelem Gurih, dan UPN Veteran Yogyakarta,” tambahnya.



(nun)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif