alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Duduk Perkara Siswi SMP di Purworejo Nyaris Buta Dilempar HT

INews.id
Duduk Perkara Siswi SMP di Purworejo Nyaris Buta Dilempar HT
Siswi kelas IX SMPN 2 Purworejo, Layla Putri Ramadhani dirawat karena matanya luka di RS Sardjito Yogyakarta, Kamis (2/5/2019). Foto/iNews/Joe Hartoyo

PURWOREJO - Seorang siswi kelas 3 SMP di Kabupaten Purworejo, Layla Putri Ramadhani (15) terancam buta. Matanya mengalami luka serius akibat terkena handy talkie (HT) yang diduga dilempar oknum polisi lalu lintas Polres Purworejo, Selasa (30/4/2019) lalu.

Layla hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) dr Sardjito Yogyakarta. Siswi kelas IX SMP Negeri 2 Purworejo itu mengaku menjadi korban pelemparan HT saat polisi menggelar Operasi Keselamatan Candi 2019.

Menurut nenek korban, Kusbandiyah (76), warga Desa Bedug RT 03/RW 02, Kecamatan Bagelen, saat ditemui di rumahnya, sebelum kejadian itu, cucunya dibonceng temannya Fikri (15), naik sepeda motor. Keduanya yang masih mengenakan seragam SMP hendak ke berfoto-foto di kawasan Sucen untuk keperluan katalog perpisahan.



Sampai di pertigaan Jalan Lengkong, Kecamatan Banyuurip, polisi ternyata sedang menggelar Operasi Keselamatan Candi 2019. Masalahnya, teman cucunya tidak berhenti dan menerobos polisi karena tidak mau terkena razia. Namun, aksinya diketahui oleh polisi yang bertugas.

"Mungkin takut atau bagaimana saya tidak tahu makanya kabur. Terus mungkin Layla penasaran, pas melihat, matanya kena lempar HT," kata Kusbandiyah, Kamis (2/5/2019).

Setelah melaju beberapa meter dari lokasi razia, korban meminta temannya berhenti karena ada pendarahan di matanya. Layla kemudian meminta temannya membawa dia RSUD Tjitro Wardoyo untuk memeriksakan matanya. Namun, karena peralatan yang kurang lengkap, akhirnya Layla dirujuk ke RS Sardjito DIY untuk penanganan selanjutnya.

Bibi korban, Tri Wahyuni menjelaskan, keponakannya akhirnya harus menjalani operasi mata bagian kanan. Dari keterangan dokter kepada keluarga, operasi hanya untuk menghentikan pendarahan dan meringankan luka. Namun, Layla tetap terancam mengalami kebutaan. Apalagi, mata kirinya sudah pernah dioperasi juga karena katarak.

"Kalau dokter bilang diagnosanya bola matanya sobek. Jadi operasi tadi pagi jam 8 itu bukan untuk pengembalian penglihatan, tapi untuk mengobati, menjahit bola mata yang sobek supaya pendarahan berhenti dan mengurangi rasa nyeri," katanya.

Dia menambahkan, sehari-hari Layla dikenal sosok yang pendiam dan berprestasi. Dia pernah meraih juara menari klasik tingkat kabupaten dan provinsi. Saat ini, dia berkeinginan untuk melanjutkan sekolah di SMA Negeri 7 Purworejo.

Sejak ayahnya meninggal dan ibunya bekerja di Jakarta, anak bungsu dari tiga bersaudara ini tinggal bersama neneknya di Kecamatan Bagelen serta kedua kakaknya.

Dari keterangan Tri Wahyuni, oknum polisi sudah menjenguk korban ke RS Sardjito. Polisi tersebut sudah meminta maaf kepada korban dan ibunya. Dia juga membiayai operasi dan pengobatan Layla.

Polisi Membantah
Sementara itu, Polres Purworejo membantah salah satu anggotanya melemparkan handy talkie (HT) ke Layla Putri Ramadhani, siswi SMP Negeri 2 Purworejo saat menggelar razia lalu lintas menjelang bulan puasa Ramadhan dan Lebaran di Jalan Tentara Pelajar Purworejo.

Wakil Kepala (Wakapolres) Purworejo Kompol Andis Arfan Tofani mengatakan, operasi keselamatan pada Selasa (30/4/2019) sesuai dengan standar operasional prosedur. "Baik itu surat perintah, yang memimpin adalah perwira maupun rambu razia sudah dilaksanakan. Namun, ada insiden tersebut," katanya, Kamis (2/5/2019).

Ketika pengendara sepeda motor Yamaha Vixion yang berboncengan itu dihentikan petugas, kata dia, yang bersangkutan tidak mau berhenti, bahkan melaju dengan kencang melintasi sejumlah petugas.

Karena akan tertabrak, Briptu Jodi Pratama refleks menyetop kendaraan itu dengan tangan kiri yang kebetulan membawa HT. Pada saat itu, dia tidak tahu pada waktu itu mengenai badan korban pembonceng sepeda motor tersebut, Layla Fitri Ramadhani.

"Kami tahu setelah ada laporan masuk bahwa ada korban yang masuk rumah sakit. Setelah itu, dengan cepat Kasat Lantas dan anggota langsung ke RS untuk mengetahui benar atau tidak informasi tersebut, ternyata benar," katanya.

Ditegaskan Kompol Andis Arfan Tofani bahwa HT tidak dilempar. Anggota menyetop kebetulan membawa HT dan mengenai pada pembonceng tersebut. Karena RSUD Purworejo tidak cukup peralatan, korban dirujuk ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

"Seluruh rujukan kami fasilitasi semuanya, baik biaya maupun pengawalan, dan lainnya semuanya sementara ini ditanggung oleh Polres Purworejo," katanya.

Dia menuturkan bahwa pembonceng tersebut mengalami luka di bagian mata dan tidak ada unsur kesengajaan. "Posisi saat itu kendaraan oleng, ini keterangan dari rekan-rekan kami, saksi-saksi yang ada di tempat kejadian. Pengendara belum sempat diperiksa surat-suratnya karena kabur," katanya.

Dia menyampaikan baik itu pengemudi maupun pembonceng masih di bawah umur, artinya belum layak untuk mengendarai kendaraan.

Mulai kejadian sampai dengan saat ini, kata dia, petugas yang bersangkutan masih diminta keterangan di Propam. Kalau nanti hasil pemeriksaan terdapat kesalahan di luar SOP, akan dilakukan tindakan tegas terhadap anggota tersebut.



(AMM)

loading...