alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Serangan Bom di Gereja Sri Lanka Disambut Gembira Pendukung ISIS

Muhaimin
Serangan Bom di Gereja Sri Lanka Disambut Gembira Pendukung ISIS
Infografis tentang tragedi pemboman di Sri Lanka yang dipropagandakan para pendukung ISIS. Foto/SITE

KOLOMBO - Serangan delapan bom di sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka disambut gembira oleh para pendukung kelompok teroris Islamic State atau ISIS melalui media sosial. Serangkaian teror bom pada perayaan Minggu Paskah itu menyebabkan 290 orang meninggal dunia.

Sekitar 500 orang lainnya terluka. Tidak ada kelompok yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian ledakan yang merusak tiga gereja, empat hotel mewah dan satu rumah di Kolombo dan Batticaloa tersebut.

Direktur SITE Intelligence Group Rita Katz mengatakan para pendukung ISIS membual di media sosial bahwa apa yang terjadi di Kolombo adalah pembalasan atas pembantaian di masjid Christchurch, Selandia Baru, dan kampanye militer yang didukung AS di Suriah. (Baca juga: Bom Meledak di 3 Gereja dan 3 Hotel di Sri Lanka, 137 Orang Tewas)



Katz memperlihatkan berbagai posting ekspresi kegembiraan para pendukung ISIS."Ratusan orang terbunuh dan ratusan lainnya terluka dalam ledakan (saat) Paskah di gereja-gereja SriLanka. Sementara belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, (serangan yang) menargetkan orang Kristen adalah pokok dari arahan serangan ISIS," tulis Katz, di akun Twitter-nya, @Rita_Katz.

Pakar terorisme itu juga mengaitkan tragedi bom di Sri Lanka terkait dengan instruksi kelompok al-Qaeda untuk membalas serangan di Selandia Baru. "Perlu dicatat bahwa setelah serangan Christchurch di Selandia Baru, kepemimpinan al-Qaeda menginstruksikan untuk menargetkan pejuang Tentara Salib di pangkalan dan pusat-pusat pertemuan mereka, tetapi selanjutnya memerintahkan untuk tidak menyerang di gereja atau tempat ibadah," lanjut Katz.

"Pada titik ini, channel ISIS—mem-posting dengan meriah, berdoa semoga Tuhan menerima para penyerang, merayakan korban, dll—jelas membuka jalan bagi ISIS untuk mengklaim tanggung jawab. Meskipun klaim semacam itu dapat membingkai operasi tersebut sebagai balas dendam untuk (serangan di) Selandia Baru, ini mungkin sudah direncanakan jauh sebelumnya," papar Katz, yang dikutip dari akun Twitter-nya, Senin (22/4/2019).

Infografis para pendukung ISIS yang bersuka ria tentang jumlah korban tewas dalam tragedi pemboman di Sri Lanka telah menyebar di media sosial. (Baca juga: Korban Tewas Serangkaian Bom di Sri Lanka Tembus 200 Orang)

Sekitar 30 orang asing termasuk di antara 290 orang yang tewas, termasuk lima warga negara Inggris dan dua orang AS. Yang lainnya berasal dari China, Denmark, Belanda, India, Portugal dan Turki.

Pihak berwenang Sri Lanka telah menangkap 13 orang atas serangan itu, dan menggambarkan mereka yang ditahan sebagai "ekstremis agama".

Katz mengatakan serangan itu memiliki kesamaan yang mengerikan dengan pemboman terhadap sebuah katedral Katolik Roma di pulau Jolo, Filipina selatan pada Januari lalu.

Menurut Katz, banyak warga Sri Lanka menjadi pendukung ISIS, dan negara itu mudah diakses bagi para pendukung kelompok tersebut.



(AMM)

loading...