alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jokowi-Maruf Unggul versi Quick Count, Kader PDIP Jateng Cukur Gundul

Ahmad Antoni
Jokowi-Maruf Unggul versi Quick Count, Kader PDIP Jateng Cukur Gundul
Puluhan pendukung Jokowi-Maruf Amin cukur gundul sebagai ekspresi keunggulan calon petahana di kantor DPD PDIP Jateng, Panti Marhaen, Semarang, Rabu (17/4/2019) sore. Foto/SINDOnews/Ahmad Antoni

SEMARANG - Puluhan pendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-KH Maruf Amin melakukan aksi cukur gundul di kantor DPD PDI Perjuangan, Panti Marhaen Semarang, Rabu (17/4/2019) sore.

Aksi cukur gundul dilakukan menyusul hasil hitung cepat atau quick count dari berbagai lembaga survei resmi, menunjukkan keunggulan pasangan Jokowi-Maruf Amin dalam Pilpres 2019.

Tercatat hingga berita ini dibuat, hasil hitung cepat menunjukkan sang petahana meraih 54,96% suara, sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno meraih 45,04%. Data perhitungan suara yang sudah masuk secara nasional mencapai 80,04%. (Baca juga: Meski Unggul, Jokowi Ajak Pendukung Bersabar Tunggu KPU)



"Aksi ini sesuai dengan janji kita, kalau Pak Jokowi terpilih lagi, kita akan potong gundul. Ini sebagai bentuk suka cita kita," kata Solikin, warga Semarang Utara yang ikut menjadi salah satu peserta cukur gundul.

Hal tersebut diamini oleh puluhan peserta lainnya. Dia berharap dengan terpilihnya kembali Jokowi sebagai presiden periode 2019-2024 akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto menuturkan aksi tersebut sebagai spontanitas kebahagiaan yang ditunjukkan masyarakat. (Baca juga: Prabowo-Sandi Unggul di Exit Poll dan Quick Count BPN)

"Potong rambut gundul ini melambangkan bahwa mereka ingin membuang segala hal-hal buruk, yang ada di diri mereka. Ini juga menjadi bentuk syukur partai akar rumput, karena cara yang paling murah," kata pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini.

Dia meminta seluruh pendukung paslon 01, untuk menunggu pengumuman resmi dari KPU. "Ini baru versi quick count, meskipun dari lembaga survei yang tersertifikasi KPU. Namun kita tetap tunggu hasil resmi dari KPU. Kita tetap optimis bahwa hasilnya tidak jauh beda dengan vesi quick count," katanya.



(AMM)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif