alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Menhan Buka Konferensi Ulama Sufi Internasional di Pekalongan

Suryono Sukarno
Menhan Buka Konferensi Ulama Sufi Internasional di Pekalongan
Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu berjalan bersama Habib Luthfi bin Yahya saat pembukaan Konferensi Ulama Sufi Internasional (World Sufi Forum) di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Senin (8/4/2019). FOTO/iNews/SURYONO SUKARNO

PEKALONGAN - Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu membuka Konferensi Ulama Sufi Internasional (World Sufi Forum) yang digelar di Pendopo Bupati Pekalongan di Kajen, Senin (8/4/2019). Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Menhan didamping Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahli Thariqah al-Mutabarah al-Nahdliyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Mufti India Syekh Abu Bakar Ahmad, dan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

Dalam sambutannya, Menhan menjelaskan sejarah peran ulama tarekat dalam memperjuangkan dan menjaga kemerdekaan Indonesia. "Ajaran para ulama tarekat menjadi akar tumbuhnya nasionalisme dan bangkitnya perlawanan terhadap Belanda," katanya.

Menhan berharap hal tersebut dapat diteruskan oleh ulama tarekat saat ini dengan berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). "Habib Lutfi ini adalah Habib NKRI, karena selama ini terus menggelorakan semangat berbangsa dan bernegara Republik Indonesia," ujar Menhan.



Hal yang sama disampaikan Habib Lutfi dalam sambutannya. Di tengah kobaran konflik yang tak berkesudahan ini, tarekat berperan penting. "Peranan tarekat sangat diperlukan untuk keamanan dunia," katanya.

Menhan Buka Konferensi Ulama Sufi Internasional di Pekalongan

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi sebagai ketua panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap tamu undangan yang hadir, baik dari luar maupun dalam negeri.

"Kami atas nama panitia mengucapkan selamat datang kepada para peserta yang akan mengikuti acara World Sufi Forum ini. Kami juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu jalannya acara ini, sehingga acara berjalan dengan baik, lancar dan insyaAllah nanti akan memunculkan hikmah yang luar biasa, utamanya adalah untuk kemaslahatan kita semua, tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia," kata bupati.

Menurut Asip, kegiatan yang mengiringi jalannya Multaqo Sufi Internasional antara lain pembukaan, sidang pleno Komis A dan B yang diselenggarakan di Hotel Horison dan Santika Kota Pekalongan, kemudian untuk Komisi C dan D akan diselenggarakan di sekitar acara pembukaan di Kajen.

"Di samping itu dalam kegiatan ini akan ada pembentukan organisasi sufi internasional, Kirab Merah Putih yang diikuti 2.500 peserta. Kemudian ada juga pameran dari Kementerian Agama RI dan pameran produk UMKM Kabupaten Pekalongan," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri ini mempromosikan potensi Kabupaten Pekalongan. "Potensi Kabupaten Pekalongan salah satunya adalah sarung. Silakan para tamu undangan yang datang dari seluruh dunia berbelanja sarung di Kabupaten Pekalongan. InsyaAllah akan tambah barokah. Di samping itu juga batik. Kami memproduksi batik, hampir 70% produksi nasional yang diproduksi di Kabupaten Pekalongan," kata bupati.

Menhan Buka Konferensi Ulama Sufi Internasional di Pekalongan

Asip juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menhan dan seluruh pejabat, para tamu undangan, baik dari luar maupun dalam negeri. "Mudah-mudahan kehadiran bapak-ibu menambah keberkahan bagi Kabupaten Pekalongan, bagi Provinsi Jawa Tengah dan khususnya bagi Bangsa Indonesia," katanya.

Pertemuan sufi dunia ini diikuti oleh 3.500 peserta yang terdiri dari mursyid, muqaddam, badal, khalifah tarekat-tarekat mutabarah dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, hadir pula 87 ulama dari 36 negara.

Pembukaan Konferensi Ulama Sufi Internasional dihadiri antara lain Kasum TNI Letjen Supriyanto, Duta Besar Maroko untuk Indonesia Sayid Abdullah, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, para bupati dan wali kota, para pengurus NU, Dirjen Kementerian Agama, dan Kementerian Pertahanan, para mursyid, para masyayih lainnya.



(AMM)

loading...