alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Akun Facebook Bupati Kendal Diduplikat untuk Minta Uang ke Pejabat

Eddie Prayitno
Akun Facebook Bupati Kendal Diduplikat untuk Minta Uang ke Pejabat
Bupati Kendal Mirna Annisa (kanan) dan Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita saat memberikan klarifikasi soal duplikat FB Bupati Kendal. FOTO/iNews TV/Eddie P

KENDAL - Akun media sosial milik Bupati Kendal Mirna Annisa diduplikasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Akun yang menggunakan nama dan foto profil yang sama meminta sejumlah uang kepada pejabat untuk digunakan menyumbang ke panti asuhan.

Sekilas akun media sosial Facebook milik Mirna Annisa Bupati Kendal yang diduplikat sama dan mirip. Foto profil yang digunakan juga sama dengan akun asli Mirna Annisa yang membedakan hanya ejaan nama saja.

Akun duplikat yang dibuat orang tidak dikenal ini mengirim pesan pribadi ke sejumlah pejabat dan rekan kerja Bupati Kendal melalui messenger.



Dalam pesan yang dikirim ke sejumlah pejabat meminta uang sebanyak Rp10 juta dengan alasan untuk membantu panti asuhan.

Bupati Kendal Mirna Annisa sendiri kaget saat sejumlah kolega dan pejabat lainnya mengkonfirmasi kepada dirinya. Bupati mengatakan, akun tersebut jelas bukan miliknya dan diduplikat oleh orang lain dengan mengambil foto profil serta namanya.

Karena banyak mendapat keluhan tersebut bupati meminta kepada Polres Kendal untuk melakukan pelacakan. Dan benar akun tersebut duplikat dan sengaja dibuat untuk mencari keuntungan dengan mencatut nama Bupati Kendal.

Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita menjelaskan, dari hasil pelacakan akun tersebut dan rekening yang dikirimkan ke korban tercatat rekening dibuat di Wonosobo. Sementara pelacakan telepon genggam yang digunakan akun tersebut berada di Lampung serta masih aktif.

Sementara Camat Pegandon Sumartoyo yang menerima pesan dari pelaku duplikat akun Facebook bupati sudah curiga. Awalnya dirinya mencoba memancing untuk menyebutkan nomor telepon genggam dan rekening yang akan dikirim. Dari pesan yang diterima akun duplikat ini meminta untuk mengirim uang Rp10 juta karena akan digunakan untuk membantu panti asuhan.

Bupati dan Kapolres meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak langsung percaya dengan pesan yang diterima. Lebih baik konfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten Kendal untuk mengantisipasi tindak penipuan.



(AMM)

loading...