alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pengedar Sasar Pelajar, Pil Trihex Dijual Rp10.000 Per Paket

Eddie Prayitno
Pengedar Sasar Pelajar, Pil Trihex Dijual Rp10.000 Per Paket
Delapan pengedar dan kurir narkoba jenis sabu dan pil trihex diringkus jajaran Satreskrim Narkoba Polres Kendal. FOTO/iNews/EDDIE PRAYITNO

KENDAL - Delapan pengedar dan kurir narkoba jenis sabu dan pil trihex diringkus jajaran Satreskrim Narkoba Polres Kendal. Sindikat pengedar narkoba ini menyasar pelajar dengan menjual paket hemat pil trihex seharga Rp10.000 rupiah. Barang haram ini didapatkan dari seorang bandar di Semarang dan masih dalam pengejaran petugas.

Para tersangka dibekuk saat membawa narkoba jenis sabu dan pil trihex untuk dijual ke kalangan pelajar di Kabupaten Kendal. Dari tangan mereka, sebanyak 350 butir pil trihex siap edar dan dikemas dalam paket hemat diamankan petugas. Sementara sabu seberat kurang dari 1 gram juga berhasil disita petugas dari seorang kurir dan pemakai.

Kasat Narkoba Polres Kendal AKP Suhadi mengungkapkan, sindikat pengedar pil trihex ini kerap melakukan transaksi di wilayah Kaliwungu, Weleri, dan Rowosari. Sasarannya pelajar karena pengedar ini menjual dalam paket hemat hanya Rp10.000.



"Penangkapan ini berawal dari laporan warga yang resah banyak pelajar nongkrong di tempat umum dan mengkonsumsi pil," katanya, Selasa (12/3/2019).

Dari pengakuan dari tersangka, kata Suhadi, pil yang dijual ini didapat dari Semarang, termasuk sabu yang diamankan dari dua orang kurir dan pemakai yang ditangkap dalam waktu bersamaan.

"Sabu didapatkan dari seorang bandar di Semarang dengan cara membeli secara online," katanya.
 
Sementara itu, Trubus Junaidi alias Menyan mengaku, sabu yang dibeli akan dikonsumsi sendiri. Dia mendapatkan dari seorang penjual di Semarang dengan membeli secara online dan barang diantar.

"Saya membeli satu paket sabu seharga Rp1 juta dan akan dikonsumsi bersama teman-temannya," kata Trubus.

Sedangkan pengedar pil trihex, Arifin mengatakan, baru empat bulan menjual pil tersebut. Pembeli biasanya adalah pelajar, karena itu dikemas dalam satu paket kecil seharga Rp10.000.

"Pil dibeli dari seseorang di Semarang dengan cara pesan melalui  WhatsApp, ketemuan di jalan,” katanya.

Atas perbuatannya, para tersangka bakal di jerat Pasal 196 Nomor 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara. Bagi pemakai dan pengedar narkoba sabu dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) subsider Pasal 127 ayat (1) No 35/ 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara.

Para tersangka untuk sementara mendekam di sel tahanan Mapolres Kendal, sedangkan barang bukti diamankan oleh petuga Satnarkoba.



(AMM)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif