alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

RS Kariadi Didorong Sediakan Laboratorium Covid-19

Taufik Budi
RS Kariadi Didorong Sediakan Laboratorium Covid-19
Simulasi evakuai pasien virus corona di RSUP Dr Kariadi Semarang. Rumah sakit ini kembali merawat satu pasien yang memiliki gejala mirip terinfeksi virus corona. FOTO/DOK SINDOnews/Ahmad Antoni

SEMARANG - Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Jawa Tengah kian merebak. Untuk itu diperlukan penambahan laboratorium guna memeriksa sampel swab pasien agar bisa diketahui lebih cepat hasilnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, kini Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga telah ditunjuk sebagai laboratorium penelitian Covid-19. Dengan penunjukan itu, maka pengecekan sampel pasien yang diduga terjangkit virus corona dari Jateng tidak lagi ke Jakarta atau Yogyakarta.

Dia berharap Kementerian Kesehatan memperbanyak tempat-tempat laboratorium virus corona ini di daerah. Tujuannya agar penanganan lebih cepat sehingga tidak terjadi penumpukan serta penanganan lebih cepat dan pasti.



"Di Jateng yang ditunjuk adalah B2P2VRP Salatiga ini dan RSUP Kariadi Semarang. Namun yang sudah siap dan berjalan di Salatiga ini karena fasilitas ini dibangun khusus untuk itu. Di Kariadi masih memerlukan beberapa dorongan agar siap," kata Ganjar, Kamis (26/3/2020).

"Jadi RS Kariadi sekarang tinggal kita dorong agar betul-betul siap. Nanti kita dorong agar kita siapkan. Sehingga tugas kita adalah menyiapkan material yang masih ada, mungkin reagennya di rumah sakit tuh mesti ada VTM-nya, sehingga ini bisa percepat,"terangnya.

Ganjar juga menyampaikan, seluruh sampel dari rumah sakit di Jateng dikirim ke laboratorium di Salatiga. Dalam sehari, laboratorium itu bisa melakukan pengecekan hingga 40 sampel.

"Sudah ada 18 sampel (ditangani) dan sudah cepat dan sudah hasilnya. Jadi kita bisa mengetahui lebih cepat. Saya menghitung kalau secara matematis ini terjadi penambahan, maka lembaga ini menjadi sangat penting untuk segera memberikan hasil atau kondisi pasien seperti apa," ungkapnya.

"Tentu akan kami tingkatkan terus, kalau perlu dilakukan penambahan baik alat maupun SDM-nya," tuturnya.



(nun)