alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

2,2 Kg Sabu dalam Kemasan Teh China Gagal Diselundupkan ke Solo

Ahmad Antoni
2,2 Kg Sabu dalam Kemasan Teh China Gagal Diselundupkan ke Solo
Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Muhammad Nur menunjukkan barang bukti sabu 2,2 Kg dan para tersangka saat gelar perkara di Kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/2/2019). FOTO/SINDOnews/AHMAD ANTONI

SEMARANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah berhasil menangkap dua orang yang diduga terlibat jaringan pengedar narkotika jenis sabu. Penangkapan dilakukan di exit tol Pejagan, Brebes dengan barang bukti sekitar 2,2 kilogram sabu.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Mohammad Nur mengungkapkan, penangkapan dilakukan pada Senin (25/2/2019) pukul 16.00 WIB. Dalam penggeledahan, tim BNNP Jateng menyita sabu dalam kemasan teh China warna emas yang disimpan di dalam kresek hitam dan disembunyikan di bawah jok penumpang depan yakni dua bungkus berisi 2 kg sabu dan 2 amplop berisi 200 gram.

Dia menyebutkan, dua tersangka bernama Istiyawan (35), warga Kabupaten Karanganyar dan Supraya (41), warga Gunungkidul. "Keduanya kita tangkap seusai mengambil barang di Jakarta dan sedang menuju Solo dengan lebih dulu keluar ke Brebes," kata Muhammad Nur seusai gelar perkara di Kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Semarang, Kamis (28/2/2019).



Dia mengungkapkan, sabu seberat 2,2 kg tersebut ternyata hendak diedarkan di Solo. Dua pelaku yang ditangkap tersebut ternyata diperintah oleh narapidana di Lapas Kelas II B Klaten.

"Kita mendapat informasi adanya mobil Toyota Avanza Silver nopol AD 9067 VP yang membawa narkotika jenis sabu dari arah Jakarta. Rencananya akan diedarkan ke Solo Raya," ungkapnya.

Menurutnya, derdasarkan pengembangan, Istiyawan merupakan petugas keamanan jurusan Mesin UNS. Dia diperintah oleh napi narkoba di Lapas Klaten. "Diperintah oleh warga binaan LP Klaten bernama Dwi Ardiasyah alias Dian," kata Nur.

Dian merupakan residivis kasus narkoba yang sedang menjalani tahanan 6 tahun penjara. Dia diketahui sudah 2 kali terkena kasus dan menjalani hukuman penjara, dan yang kedua ini akan bebas pada 15 April 2019.

Para tersangka bakal dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.



(AMM)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif