alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Industri 4.0, EDII Optimalkan Kinerja dan Layanan Produk

Ahmad Antoni
Industri 4.0, EDII Optimalkan Kinerja dan Layanan Produk
Direkrur Utama EDII, E Helmi Wantono saat meresmikan Kantor Regional Jateng dan DIY di Semarang Bizpark, Jalan Madukoro Raya Blok A No.7, Krobokan Semarang, Kamis (27/2/2020). FOTO : SINDOnews/Ahmad Antoni

SEMARANG - Memasuki era revolusi industri 4.0 mendorong setiap perusahaan bisnis berlomba-lomba mengembangkan inovasi guna melebarkan jangkauan pasar.

Seperti halnya yang dilakukan PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII) yang terus berupaya mengoptimalkan kinerja perusahaan dan pelayanan produk terhadap pelanggan di area regional Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Jika sebelumnya pengguna jasa mereka hanya dari pihak Bea Cukai, saat ini EDII juga membidik sektor pemerintahan mulai dari kementerian hingga pemda.



Direkrur Utama EDII, E Helmi Wantono mengatakan, pihaknya sebelumnya memang hanya mengandalkan bea cukai, namun saat ini di luar itu ada Pelindo yang mengembangkan core system kepelabuhannan dalam menangani pemerintahan dan di kementerian.

Oleh sebab itu, dengan diresmikannya Kantor Regional Jateng dan DIY di Semarang Bizpark ini dalam upaya pelebaran segmen pasar untuk menggapai kebutuhan masyarakat.

“Perpindahan dari kantor sebelumnya di Semarang ini dilakukan bertujuan untuk mempererat serta mengoptimalkan pelayanan produk terhadap pelanggan,” kata Helmi seusai peresmian Kantor Regional Jateng dan DIY di Semarang Bizpark, Jalan Madukoro Raya Blok A No 7, Krobokan Semarang, Kamis (27/2/2020).

Dia mengatakan, perpindahan Kantor Regional Jateng dan DIY di tempat yang baru ini diharapkan para pelanggan mendapatkan kemudahan yang lebih baik dari sisi kecepatan dan ketepatan waktu pelayanan terhadap pelayanan produk dan jasa EDII.

“Kami optimis wilayah Jawa Tengah dan DIY memiliki potensi pasar yang dapat meningkatkan revenue serta produktifitas EDII sebagai perusahaan provider IT yang telah lebih dari 24 tahun memberikan e-Business Solution,” ujarnya.

Untuk diketahui, pengguna jasa EDII saat ini meliputi instansi pemerintah, BUMN, importir, eksportir, perusahaan pelayaran, bank, perusahaan farmasi, perusahaan retail, asuransi dan otomotif.

Di sektor pemerintahan, EDII membantu memberikan solusi-solusi ke Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), dan Kementerian/Lembaga lainnya.

Di sektor private, EDII memiliki solusi aplikasi ERP dan IT Inventori yang dapat digunakan oleh semua perusahaan, tidak hanya yang berada dalam Kawasan Berikat dan memiliki fasilitas kemudahan dari Bea & Cukai, namun juga oleh perusahaan pada umumnya.

Karena ERP ini merupakan kebutuhan basic dari suatu perusahaan. Di sektor kepelabuhanan, selain memberikan solusi e-business di core system pelabuhan, EDII juga memberikan layanan logistik nasional dan internasional melalui platform freight marketplace.

Dalam peresmian itu, EDII juga mengenalkan produk Mediflash yakni solusi layanan Third Party Administration (TPA) atau Administration Service Only (ASO) berbasis Teknologi Informasi bidang kesehatan untuk membantu pengurusan administrasi klaim kesehatan di perusahaan yang memberikan layanan benefit kesehatan (rawat jalan, rawat inap, atau benefit yang lain) untuk karyawannya sesuai kebijakan perusahaan.

Layanan Mediflash menghubungkan antara perusahaan pemberi kerja, karyawan dan provider (rumah sakit, klinik, atau layanan kesehatan lainnya) dalam satu sistem yang terintegrasi.

EDII juga memperluas target pemasaran ke internasional dengan memberikan layanan yang menghubungkan perusahaan dengan partner bisnis baik di dalam maupun luar negeri.



(nun)