alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sebelum Meninggal, Korban Susur Sungai Feneza Dida Cuci Semua Boneka

Priyo Setyawan
Sebelum Meninggal, Korban Susur Sungai Feneza Dida Cuci Semua Boneka
Paman Feneza Dida Amali, Agus Riyanto mengungkapkan bahwa keponakannya mencuci semua bonekanya sepekan lalu. FOTO/SINDOnews/PRIYO SETYAWAN

SLEMAN - Tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman telah menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban meninggal dunia. Total ada 10 siswa yang meninggal dunia karena hanyut terseret arus Sungai Sempor, Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi.

Salah satu korban jiwa adalah Feneza Dida Amalia (13), kelas 7A, warga Glagahombo, Girikerto, Turi. Menurut pamannya, Agus Riyanto, keponakannya termasuk anak pendiam dan tekun belajar, sehingga memiliki prestasi yang bagus. "Faneza anak yang pandai. Selalu juara terus dan rangking di SD," katanya saat ditemui di SMPN 1 Turi, Sleman, Sabtu (22/2/2020).

Mengenai firasat sebelum kejadian, menurut Agus, ayah Faneza, Suprapto bercerita bahwa sepekan lalu anaknya mengeluarkan semua boneka dan mencucinya. "Itu yang agak tidak seperti biasanya," katanya. (Baca juga: 3 Siswa Terakhir yang Hilang dalam Susur Sungai SMPN 1 Turi Ditemukan)



Agus menceritakan, jasad keponakannya sempat tertukar karena ada kesalahan klaim jenazah. Jasad Feneza sudah dikubur di Kembangarum oleh keluarga lain pada 19.30 WIB karena kesamaan rambut yang panjang.

"Hal itu yang menyebabkan mengapa keluarganya masih mencari Faneza. Baru pada pukul 02.30 WIB tadi pagi dapat informasi kalau sudah ketemu, tapi sudah dikuburkan. Ciri-cirinya, berdasarkan baju dan perhiasan yang dikumpulkan pihak rumah sakit dari Faneza. Lalu, jam 03.00 WIB makam dibongkar, dan pagi diserahkan ke keluarga saya," katanya.

Jenazah Faneza Dida sudah dikubur pihak keluarga pukul 11.30 WIB di Pemakaman Glagahombo, Girikerto, Turi, Sleman. (Baca juga: Puluhan Siswa SMPN 1 Turi Sleman Terhanyut saat Susur Sungai, 4 Tewas)



(amm)