alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

8 Pasien Diduga Terpapar Corona Sempat Dirawat di RS Kariadi

Taufik Budi
8 Pasien Diduga Terpapar Corona Sempat Dirawat di RS Kariadi
Sejumlah tim medis mengevakuai pasien menuju ruang isolasi dalam simulasi penanganan pasien terduga terinfeksi virus corona di RSUP Dr Kariadi Semarang, Kamis (30/1/2020). FOTO/SINDOnews/AHMAD ANTONI

SEMARANG - RSUP dr Kariadi Kota Semarang sempat merawat delapan pasien yang diduga terpapar virus corona jenis baru, Covid-19. Tak hanya warga negara Indonesia (WNI), tapi terdapat pula warga negara asing (WNA) yang juga menjalani perawatan di ruang isolasi.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi, Agoes Oerip Poerwoko mengatakan, dari delapan pasien yang pernah dirawat, lima di antaranya sudah dipastikan negatif. Selain mengawasi, pihak RSUP dr Kariadi juga memantau total 16 orang yang sudah dinyatakan aman dari virus asal Wuhan, China ini.

"Sekarang namanya diresmikan WHO menjadi Covid-19 (virus corona) RS Kariadi sampai hari ini, sudah sempat merawat delapan pasien," kata dr Oerip, Jumat (21/2/2020). "Lima pasien terdahulu sudah pulang dengan baik, kemudian hari Rabu, 19 Februari kami merawat pasien lagi. Baru kemudian kemarin (Kamis, 20 Februari) kita merawat dua lagi. Jadi sekarang kita merawat tiga, dengan lima yang dulu, total menjadi delapan," ungkapnya. (Baca juga: Gejala Mirip Virus Corona, 1 WNA dan 2 WNI Dirawat di RSUP Kariadi)



Sekadar diketahui, tiga pasien yang diduga terkena virus corona karena memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dan mengeluhkan sejumlah gejala. Seorang WNA merupakan tenaga kerja asing di Jepara asal Jepang dan dua lainnya adalah WNI yang sempat bepergian ke Eropa dan negara di Timur Tengah.

"Memang tiga-tiganya ada riwayat dari luar negeri. Satu dari Eropa mampir ke Timur Tengah, satu dari Jepang, satu lagi dari Timur Tengah, Arab," tutur dia.

Kini tim dokter penyakit infeksi di RSUP dr Kariadi masih melakukan pengawasan tiga pasien itu di ruang isolasi. Petugas medis sudah melakukan Swab tenggorokan atau pemeriksaan dahak, untuk dikirim ke laboratorium di Balitbang Kementerian Kesehatan di Jakarta.

"Tiga pasien baru ini kita kategorikan tetap sebagai pasien pengawasan, karena sampai saat ini hasil konfirmasi dari laboratorium memang belum dinyatakan positif. Masih nunggu hasil laboratorium tersebut," katanya.



(amm)