alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Dirikan Dua Posko Identifikasi Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi

Priyo Setyawan
Polisi Dirikan Dua Posko Identifikasi Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi
Warga dan keluarga korban susur sungai SMPN 1 Turi Sleman berkumpul di Puskesmas Turi, Sleman, Jumat (21/2/2020) malam. FOTO/SINDOnews/PRIYO SETYAWAN

SLEMAN - Polres Sleman membuat dua posko untuk mengindentifikasi siswa SMPN 1 Turi yang menjadi korban susur sungai Sempor di Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Jumat (21/2/2020). Satu pertama di Puskesmas Turi dan satu lagi di SMPN 1 Turi.

Kabag Ops Polres Sleman Kompol Danang Kuntadi mengatakan, Puskesmas Turi dijadikan tempat pemeriksaan antemortem korban susur sungai. Adapun SMPN 1 Turi untuk identifikasi postmortem.

"Buka dua posko, Puskesmas Turi untuk posko antemortem, SMPN 1 Turi untuk posko postmortem," kata Danang, Sabtu (22/2/2020). (Baca juga: Korban Meninggal Susur Sungai jadi 7 Siswa, 3 Belum Ditemukan)



Untuk diketahui, antemortem merupakan data-data fisik khas korban sebelum meninggal. Mulai dari pakaian atau aksesori yang terakhir kali dikenakan, barang bawaan, tanda lahir, tato, bekas luka, cacat tubuh, foto diri, berat dan tinggi badan, serta sampel DNA. Data-data tersebut biasanya diperoleh dari keluarga, kerabat dekat, maupun instansi yang terkait dengan korban semasa hidup.

Sementara postmortem merupakan data-data fisik yang diperoleh melalui identifikasi pada korban yang ditemukan. Seperti sidik jari, golongan darah, konstruksi gigi dan foto diri korban pada saat ditemukan lengkap dengan barang-barang yang melekat di tubuhnya dan sekitarnya, bahkan termasuk isi kantong pakaiannya.

Apabila data yang dibandingkan ternyata tidak cocok maka identifikasi dianggap negatif dan data postmortem jenazah tetap disimpan sampai ditemukan data antemortem yang sesuai. (Baca juga: Tragedi Susur Sungai, Sultan Minta Sekolah Bertanggung Jawab)

Data sementara hingga Sabtu (22/2/2020) pagi, dari 249 siswa SMPN 1 Turi yang mengikuti kegiatan Pramuka susur sungai Sempor, sebanyak 116 terkonfirmasi selamat, 23 luka, tujuh siswa ditemukan meninggal dunia, dan tiga siswa belum ditemukan.

"Saat ini petugas gabungan masih melanjutkan pencarian tiga siswa yang belum ditemukan," katanya.

Kepala Puskesmas Turi, Pinki Kristina Dewi mengatakan, dirinya tidak bisa memberikan keterangan terkait korban meninggal dunia. Sedangkan siswa yang dirawat di Puskemas Turi, saat kejadian Sebanya 38 orang. Setelah mendapatkan perawatan, sekarang tinggal dua yang masih dirawat, lainnya sudah boleh pulang.



(amm)