alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Awas, Paham Radikal Menyusup ke Pengajian

Taufik Budi
Awas, Paham Radikal Menyusup ke Pengajian
Ilustrasi/SINDOnews

SEMARANG - Paham radikal masih menjadi ancaman di Tanah Air karena gerakannya menyusup ke berbagai kalangan. Bahkan, mereka juga getol hadir di kegiata keagamaan pengajian-pengajian secara totalitas meski tanpa bayaran.

“Biasanya mereka gerakannya itu ‘ini yang perlu kita contoh’. Dalam pengertian gerakannya. Dia lebih banyak meluangkan waktu, katakanlah untuk memberikan kajian. Itu enggak usah dibayar dia all out mau sampai jam kapan pun juga selalu siap,” kata Kepala Badan Kesbangpol Jateng Haerudin, Rabu (19/2/2020).

Gerakan radikal ini juga memiliki beragam metode perekrutan dan pengkaderan. Kalangan yang berpotensial menjadi pengikut tak selalu langsung direkrut menjadi anggota kelompok. Meski demikian, mereka tetap dalam lingkaran yang senantiasa terpantau agar tak lepas.



“Kemudian ada proses pengkaderan. Misalnya ketika dia sudah melangkah ke mana, kemudian generasi-generasi berikutnya itu juga direkrut. Bukan saja direkrut dalam kelompok pengajiannya, tapi mungkin dalam kaitanya dengan kehidupan sosial ekonomi. Jadi kalau saya lihat, dia lebih mudah melakukan rekrutmen-rekrutmen dengan cara seperti itu,” bebernya.

Untuk itu, pemerintah terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap aktivitas kegiatan keagamaan yang dinilai mulai disusupi paham radikal. “Pasti (dipantau). Kita memang memantau 35 kabupaten/kota .Termasuk (pengajian-pengajian),” tegasnya.

Dikatakan Haerudin, strategi cegah tangkal radikalisme tidak mungkin hanya mengandalkan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Perlu upaya strategis dan sinergi berbagai kalangan untuk menanggulanginya.

"Di Jawa Tengah, ada 127 eks napi teroris, agar mereka tak kembali ke jaringan teror kita rangkul kembali mereka. Melalui penguatan wawasan kebangsaan dan nasionalisme dan reintegrasi serta pemberdayaan, bagi bekas napi teroris," ujarnya.



(nun)