alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PTIS Didorong Siapkan Mahasiswa Jadi Warga Global

Priyo Setyawan
PTIS Didorong Siapkan Mahasiswa Jadi Warga Global
Sekretaris Umum BKSPTIS Prof Fathul Wahid saat menyampaikan materi dalam Workshop Studi Pelacakan Alumni dan Internasionalisasi Perguruan Tinggi di Unismuh Makassar, Rabu (19/2/2020). FOTO/SINDOnews/PRIYO SETYAWAN

MAKASSAR - Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) bekerja sama dengan Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar selama dua hari, Rabu-Kamis (19-20/2/2020), menyelenggarakan Workshop Studi Pelacakan Alumni dan Internasionalisasi Perguruan Tinggi. Workshop yang digelar untuk meningkatkan kualitas akademik perguruan tinggi, khususnya dalam merespons paket kebijakan Kampus Merdeka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini, dilaksanakan di Unismuh Makasar.

Sekretaris Umum BKSPTIS Prof Fathul Wahid membuka acara tersebut, Rabu (19/2/2020) pagi. Workshop terbagi dalam dua sesi. Pertama, studi pelacakan alumni dan kedua, internasionalisasi perguruan tinggi.

Pada sesi studi pelacakan alumni hadir sejumlah narasumber. Antara Rektor UII Prof Fathul Wahid, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII Rohidin, dan Direktur Pengembangan Karier & Alumni UII Abdurrahman Al-Faqiih.



Sesi ini membahas bagaimana mendesain perguruan tinggi masa depan, urgensi studi pelacakan alumni, pengolahan dan analisis data studi pelacakan alumni, serta survei kepuasan pengguna alumni. Selain itu juga akan didiskusikan tentang penyajian, pemanfaatan hasil analisis dan pelajaran dari lapangan.

Sementara pada sesi internasionalisasi perguruan tinggi menghadirkan narasumber Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan UII, Wiryono Raharjo dan Ketua Program Studi Hubungan Internasional UII, Hangga Fathana.

Dalam sesi kedua ini, topik yang dibahas antara lain internasionalisasi perguruan tinggi Islam, peluang dan tantangan, strategi internasionalisasi perguruan tinggi, pengelolaan kantor urusan internasional, program mobilitas sivitas akademika dan manajemen perjanjian kerja sama.

Sekretaris V BKSPTIS, Hangga Fathana menjelaskan, salah satu dampak nyata perguruan tinggi bagi pembangunan adalah kualitas kiprah alumninya di masyarakat selepas menyelesaikan studi. Untuk itu, perguruan tinggi perlu mengembangkan instrumen untuk memetakan hal ini secara sistematis.

"Isu ini menjadi semakin penting ketika kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menempatkan studi pelacakan alumni sebagai basis pengukuran akreditasi dan keberlangsungan program studi," kata Hangga di sela pembukaan kegiatan Workshop Studi Pelacakan Alumni dan Internasionalisasi Perguruan Tinggi di Unismuh Makasar, Rabu (19/2/2020).

Hangga menjelaskan, terkait internasionalisasi, perguruan tinggi Indonesia juga sudah saatnya lebih menyiapkan mahasiswanya untuk siap menjadi warga global. Program internasionalisasi, dalam beragam bentuknya, menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan akses internasional mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen.

Selain itu, jaringan internasional juga dapat menjadi pendorong kualitas akademik perguruan tinggi. Untuk memberikan hasil yang optimal, inisiatif internasionalisasi perlu didesain dan dikawal dengan lebih serius.

"Karena itulah workshop dikemas dalam bentuk diskusi dan berbagi pengalaman dengan studi pelacakan alumni dan survei kepuasan pengguna alumni internasionalisasi perguruan tinggi," katanya.



(amm)