alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

BNPT Bertekad Kuatkan Sinergi FKPT di Daerah

Ainun Najib
BNPT Bertekad Kuatkan Sinergi FKPT di Daerah
Kepala BNPT Komisaris Jenderal Suhardi Alius secara simbolis melantik pengurus FKPT 32 provinsi di Ancol, Jakarta, Senin (17/2/2020) malam. FOTO/SINDOnews/AINUN NAJIB

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius menyayangkan kesadaran pemerintah daerah dalam merespons setiap temuan potensi terorisme masih rendah. Padahal aktifnya peran daerah memegang peranan yang signifikan dalam agenda pemberantasan terorisme.

"Sebagai contoh kejadian Pak Wiranto di Banten. Kita sebenarnya sudah memetakan itu daerah rawan, tapi Pemda setempat lambat dalam merespons," katanya dalam pembukaan Rakernas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) ke-VII di Jakarta, Senin (17/2/2010) malam.

Mantan Kabareskrim ini juga menyebut sejumlah kegiatan deradikalisasi yang sempat diadakan oleh BNPT dan Kementerian Sosial beberapa tahun silam juga mendapat respons yang sangat beragam dari Pemda.



"Saat kami melakukan program deradikalisasi kami meminta Pemda memfasilitasi penjemputan peserta. Namun sangat disayangkan ternyata respons Pemda bermacam-macam," ungkapnya.

Untuk itu, Suhardi mengatakan perlunya disusun langkah-langkah strategis dalam rangka penguatan FKPT di daerah. Di hadapan Sekretaris Kementerian Dalam Negeri yang juga hadir dalam kegiatan itu, Suhardi menyingung keseriusan BNPT untuk membangun sinergi dalam pencegahan terorisme di daerah.

Dari 32 kepengurusan FKPT di seluruh Indonesia, saat ini ada 26 FKPT yang kepengurusannya melibatkan Kesbangpol di daerah. "Kami serius ingin membangun sinergi yang kuat agar pencegahan terorisme di daerah membuahkan hasil yang maksimal," kata Suhardi.

Semengat pembentukan FKPT oleh BNPT sebagai mitra strategis dalam pencegahan terorisme di daerah. Untuk itu, kepengurusan FKPT di daerah merupakan representasi positif daerahnya masing-masing. Setiap kepengurusan FKPT di daerah diisi oleh akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda media massa yang memahami karakteristik permasalahan di daerahnya masing-masing.

Untuk itu, Suhardi mengaku berharap banyak terhadap FKPT. "Yang mengetahui masalah kita ya pastinya kita sendiri. FKPT lah yang mengerti bagaimana masalah di daerahnya diselesaikan," katanya.

Sementara itu, Ketua FKPT DIY Prof Mukhtasar Syamsuddin mengatakan, FKPT DIY berkomitmen melaksanakan program-program kegiatan pada 2020 secara sistematis dan terukur melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan literasi digital dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di DIY.

"FKPT DIY akan mengintesifkan kegiatan pendampingan masyarakat pada wilayah-wilayah yang rentan dan menjadi sasaran radikalisme, melalui kearifan lokal masyarakat Yogya," kata Guru Besar Fakultas Filsafat UGM ini.



(amm)